10 Inovasi yang Muncul Zaman Dulu Sampai Sekarang Belum Terjawab Secara Ilmiah

RAJAIDR – Zaman dulu, terutama zaman Sebelum Masehi, kerap menjadi fokus studi manusia masa kini. Meskipun zaman ini terkenal sebagai zaman di mana ilmu pengetahuan masih belia, ternyata peradaban manusia zaman dulu memiliki caranya sendiri untuk mengejutkan manusia modern.

Berbagai peralatan dan situs unik peninggalan zaman purba memperlihatkan hal-hal “modern” yang sebenarnya aneh ditemukan di zamannya! Kok bisa? Apakah ada “kekuatan” lain yang membantu para manusia zaman purba? Inilah 10 inovasi di zaman dulu yang belum terjawab teka-tekinya hingga sekarang!

1. Api Yunani

Bermula pada 672 Masehi, Kekaisaran Romawi Timur atau Bizantium mengandalkan api sebagai senjata pembakar utama di kapal mereka. Digunakan di pertempuran laut, api inilah yang membantu mereka mempertahankan Konstantinopel dari pengepungan oleh bangsa Arab hingga 2 kali (674–678 dan 717–718)!

Konon katanya, api yang dijuluki “Api Yunani” ini dapat terus menyala, bahkan meskipun di dalam air! Cara kerjanya pun mirip dengan flamethrower modern. Tetapi, kenapa bisa menyala di dalam air? Resep pembuatan api Yunani dijaga ketat, dan karena tak kunjung diturunkan, rahasianya hilang selama-lamanya! Hingga saat ini pun, bahan api Yunani masih menjadi spekulasi.

2. Baja Damaskus

Waktu zaman Perang Salib, tentara Islam memamerkan pedang yang bermotif unik seperti aliran air dan sangat lentur, bisa dibengkokkan secara ekstrem namun tidak tumpul atau patah! Ternyata, pedang-pedang tersebut dibuat dari baja Damaskus. Konon, baja Damaskus dibuat dari besi Wootz yang diimpor dari India.

Akan tetapi, pembuatan pedang dengan baja Damaskus berhenti pada pertengahan abad ke-18 karena berbagai faktor, salah satunya adalah hilangnya teknik produksinya yang tidak diberitahu ke sembarang orang! Banyak yang telah mencoba memproduksi lagi pedang dengan baja Damaskus, namun tidak berhasil.

3. Manuskrip Voynich

Nama Voynich ditujukan untuk Wilfrid Voynich, penjual buku yang mendapatkan manuskrip ini pada 1912. Pada 1969, manuskrip Voynich didonasikan ke Beinecke Rare Book & Manuscript Library di bawah naungan Yale University, AS. Sayangnya, dari total 272 halaman, hanya 240 yang baru ditemukan.

Dapat ditelusuri kembali ke awal abad ke-15, manuskrip Voynich memiliki tulisan dan gambar aneh yang tidak dapat dimengerti. Bahkan, pakar kriptografi dari zaman Perang Dunia I dan II saja kebingungan dibuatnya! Hingga saat ini, manuskrip Voynich masih dianalisis dan berbagai teori tentangnya masih belum terbukti.

4. Mekanisme Antikythera

Dianggap sebagai “nenek moyang” komputer modern, komputer analog ini ditemukan pada 1901 di lepas pantai Antikythera. Oleh karena itu, namanya menjadi mekanisme Antikythera. Meneliti dari koin yang ditemukan bersama “komputer” tersebut, mekanisme Antikythera dapat ditelusuri hingga 205 SM-60 SM.

Modern di zamannya, mekanisme Antikythera digunakan untuk memprakirakan fase-fase langit, Bulan, dan Matahari. Akan tetapi, ilmuwan modern masih mencari tahu mengenai latar belakang dan fungsi pasti dari komputer analog pertama ini. Sekarang, mekanisme Antikythera disimpan di National Archaeological Museum, Athena, Yunani.

5. “Seismoskop” Zhang Heng

Pada 132 Masehi, politikus dan ilmuwan Tiongkok dari Dinasti Han Timur, Zhang Heng, memperkenalkan sebuah pendeteksi gempa. Alat deteksi gempa Zhang mengandalkan getaran gempa yang menjatuhkan bola dari salah satu delapan “kepala naga” yang ditempatkan sesuai dengan mata angin ke salah satu dari delapan katak yang menandakan arah gempa.

Konon, alat deteksi gempa Zhang ini dapat mendeteksi gempa hingga sekitar 500 kilometer dan dianggap sebagai awal dari seismograf modern! Namun, di zamannya, mekanisme apa yang digunakan sehingga dapat mendeteksi gempa secanggih itu? Berbagai spekulasi dan replika alat Zhang sudah datang dan pergi, namun penjelasan pastinya masih tidak kunjung muncul.

6. Pedang Viking Ulfberht

Selain keberanian dan kecerdasan bertarungnya, kaum Viking memiliki pedang yang tidak kalah tajam dari baja Damaskus, yaitu Ulfberht (+VLFBERHT+). Diproduksi di abad ke-9 hingga abad ke-11, pedang Ulfberht yang memiliki panjang 90 sentimeter ini tersebar ke seluruh penjuru benua Eropa, namun jumlah pastinya tidak diketahui.

Saat para arkeolog menemukan pedang Ulfberht di berbagai situs di Eropa, mereka terkejut. Kenapa? Baja pedang Ulfberht berkualitas tinggi, dan metode serta teknologi pembuatannya “seharusnya” baru muncul 800 tahun kemudian!

7. Pilar besi di Delhi

Kalau kamu berwisata ke Mehrauli, Delhi Selatan, India, kamu boleh coba berkunjung ke situs pilar besi Delhi. Berdiri setinggi 7,2 meter, pilar besi ini sebenarnya dibangun pada masa pemerintahan Raja Chandragupta II (375-415 Masehi) dan konon dipindahkan dari Gua Udayagiri, Madhya Pradesh.

Di mana letak keistimewaannya? Dibangun selama itu, pilar besi ini tidak menunjukkan tanda-tanda karat! Beberapa peneliti mengatakan bahwa proses pembuatan pilar besi di Delhi tersebut memberikan kadar fosfor yang tinggi, sehingga melindungi besi tersebut dari karat.

8. Cakram Phaistos

Pada 1908 di Phaistos, Kreta, arkeolog Italia, Luigi Pernier, menemukan sebuah cakram yang dapat ditelusuri asalnya hingga ke Milenium ke-2 SM! Memiliki diameter 15 sentimeter dan diperkirakan diproduksi oleh peradaban Minoa yang mendiami Phaistos, cakram Phaistos disimpan di Heraklion Archaeological Museum, Kreta.

Cakram Phaistos ditutupi oleh 241 “kata” yang terdiri dari 45 simbol dan disusun membentuk pola spiral. Namun, kata-kata dan simbol ini tidak dapat diterjemahkan oleh para arkeolog atau pakar kriptografi. Tidak sedikit yang mengatakan kalau cakram ini adalah hoaks atau artefak palsu! Beberapa hipotesis mengatakan kalau cakram ini bertuliskan himne dan doa untuk para dewa-dewi Minoa.

9. Dodecahedron Romawi

Dapat ditelusuri hingga ke abad ke-2 sampai ke-4 Masehi, dodecahedron Romawi adalah sebuah ornamen yang memiliki 12 sisi (dodecahedron) dengan sebuah lubang di tiap sisinya dan memiliki inti yang kosong. Pertama kali ditemukan pada 1739, ornamen dodecahedron ini ternyata kemudian ditemukan di Eropa, terutama Jerman serta Prancis.

Namun, kegunaan dari dodecahedron ini masih belum diketahui. Ada yang mengatakan dodecahedron Romawi digunakan untuk tempat lilin, pemeriksa koin palsu, hingga alat bantu menjahit. Tidak jarang bentuknya mengingatkan kita pada dadu di permainan Dungeons and Dragons.

10. Bola batu di Kosta Rika

Terdapat setidaknya 300 bola batu di Isla del Caño, Kosta Rika. Menurut penelitian, bola-bola batu ini diperkirakan sudah ada sejak 500-1500 Masehi lalu. UNESCO meresmikan situs bola-bola batu di Kosta Rika jadi Situs Warisan Dunia. Selain itu, batu-batu ini juga jadi salah satu lambang negara Kosta Rika.

Bola-bola batu ini dianggap sebagai peninggalan kebudayaan Diquis di Kosta Rika. Mereka menubrukkan batu dengan batu lain untuk ditempa, lalu diampelas hingga membentuk bola batu yang cantik. Namun, latar belakang bola-bola batu ini masih belum diketahui. Pasalnya, batu-batu ini sebenarnya sudah dipindahkan dari lokasi aslinya, sehingga menghalangi pencarian motif di balik pembuatan bola-bola batu tersebut.

Itulah 10 inovasi zaman dulu yang belum bisa dipecahkan latar belakangnya oleh manusia modern. Dikarenakan waktu dan perekaman pengetahuan yang minim, maka rahasia inovasi ini pun sulit hingga mungkin tak akan terjawab selamanya! Bikin garuk-garuk kepala, ya?

 

By naruto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *