10 Tahun Terakhir Berikut 5 Perang atau Konflik Besar yang Sedang Terjadi

RAJAIDR – Dapat dikatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang aman. Setidaknya, tidak ada konflik besar yang berkepanjangan dalam satu dekade terakhir. Sayangnya, keamanan tersebut tidak dapat dirasakan oleh sebagian masyarakat yang ada di beberapa negara yang mengalami konflik atau perang, baik domestik maupun antarnegara.

Sejauh ini, memang terdapat beberapa perang atau konflik besar yang telah merenggut banyak nyawa dan menghancurkan perekonomian di sana. Apalagi, pandemi COVID-19 ini membuat situasi semakin buruk. Berikut 5 perang atau konflik besar yang terjadi dalam 10 tahun terakhir.

1. Perang Tigray (Desember 2020 s.d. sekarang)

Tak banyak yang tahu bahwa saat ini di Benua Afrika sedang terjadi perang antarnegara yang sangat memprihatinkan, yaitu Perang Tigray. Perang ini melibatkan 2 negara yang cukup kuat di Afrika, yaitu Sudan dan Ethiopia. Perang disebabkan oleh kedua negara yang saling klaim atas sebuah wilayah yang bernama Tigray.

Sudan mengklaim bahwa 90 persen wilayah Tigray merupakan wilayah mereka dilansir Sudan Tribune. Dalam merespons hal tersebut, Ethiopia pun langsung mengerahkan pasukannya demi menjaga wilayah Tigray yang memang sebelumnya merupakan wilayah negara tersebut secara administratif. Sayangnya, perang pun tidak dapat dihindari di wilayah perbatasan Tigray antara militer Sudan dan Ethiopia.

Perang yang dimulai pada Desember 2020 lalu itu setidaknya menewaskan 52.000 jiwa dari kedua belah pihak. Perang tersebut merupakan perang antarnegara terbaru dan paling memprihatinkan dalam 10 tahun terakhir di Afrika.

2. Pemberontakan di Cabo Delgado (Oktober 2017 s.d. sekarang)

Cabo Delgado merupakan sebuah provinsi yang ada di negara Mozambik. Sejak Oktober 2017, provinsi tersebut mengalami konflik domestik yang berkepanjangan. kelompok militan ISIS dan Ansar al-Sunna berusaha untuk mendirikan khilafah di wilayah tersebut. Pastinya hal tersebut direspons keras oleh militer negara Mozambik yang menyebabkan bentrokan tidak dapat dihindari.

Sejak tahun 2020, Mozambik mendapatkan dukungan dari berbagai negara besar, seperti Tanzania, Afrika Selatan, dan Portugal. Beberapa negara lainnya juga baru-baru ini memberikan dukungan terhadap militer Mozambik, seperti Inggris, Rusia, dan Amerika Serikat. Hal tersebut tak lepas dari kekuatan militan Ansar al-Sunna dan ISIS yang dapat dikatakan cukup kuat di wilayah tersebut.

Pemberontakan tersebut menewaskan banyak jiwa, yaitu sekitar lebih dari 4.000 orang dan para korbannya juga tak sedikit yang merupakan warga sipil. Tokoh-tokoh pemberontakan yang dikenal bertanggung jawab atas peristiwa di wilayah tersebut ialah Abu Yasir Hassan, Abdul Rahmin Faizal, hingga Abdul Remane.

3. Perang Sipil Yaman (2014 s.d. sekarang)

Yaman merupakan salah satu negara yang paling tidak aman di dunia. Terjadi berbagai konflik domestik yang ada di negara tersebut, salah satunya perang sipil yang dimulai sejak tahun 2014. Perang ini melibatkan 3 aliansi atau blok yang berbeda.

Pemerintah Yaman yang dibantu Persatuan Arab harus menghadapi gerakan separatis kelompok Houthi yang bersekutu dengan kelompok yang mendukung Ali Abdullah Saleh serta Sanaa-GPC. Houthi sendiri mendapatkan dukungan dari berbagai negara, salah satunya Iran, dilansir US News. Ada juga yang menyatakan bahwa Houthi juga didukung beberapa negara lainnya, seperti Irak, Suriah, dan Korea Utara.

Sayangnya, Pemerintah Yaman tidak hanya melawan kelompok Houthi, tetapi juga melawan Al-Qaeda yang didukung militan ISIS. Jika diakumulasikan, konflik domestik di Yaman telah menewaskan setidaknya 200.000 jiwa hingga tahun 2018 dilansir laman United Nations.

4. Perang Sipil Suriah (2011 s.d. sekarang)

Perang Sipil Suriah merupakan salah satu konflik domestik yang paling rumit dan banyak memakan korban jiwa. Dilansir Syria Observatory For Human Rights, sekitar 594.000 dinyatakan tewas akibat konflik domestik ini. Konflik ini melibatkan 3 aliansi sekaligus yang mempunyai kepentingan masing-masing.

Pemerintah Suriah harus menghadapi 2 aliansi yang cukup besar, yaitu aliansi militan ISIS yang didukung Al-Qaeda dan aliansi Pemerintah Sementara Suriah yang diinisiasi Koalisi Nasional. Pemerintah Suriah juga harus menghadapi aksi separatis di bagian utara wilayahnya yang mana diawali dengan konflik Rojava. Alhasil, pada tahun 2013, regional Suriah Utara dan Timur yang terdiri dari daerah Afrin, Jazira, Euphrates, Raqqa, Tabqa, Manbij, dan Deir Ez-Zor mendapatkan hak otonomi khusus.

Di sisi lain, serangan militan ISIS dan serangan balasan Pemerintah Suriah yang dibantu oleh kekuatan asing dapat dikatakan telah merusak berbagai macam infrstruktur negara tersebut. Alhasil, tingginya angka kemiskinan dan pengangguran di negara tersebut tak dapat dihindari.

5. Konflik Palestina-Israel

Baru-baru ini, masyarakat di seluruh dunia dihebohkan dengan konflik antara Israel dan pasukan Hamas yang merupakan kelompok fundamentalis di Palestina. Sebenarnya, sengketa antara Palestina dan Israel sudah dimulai sejak sekitar awal 1920-an hingga 1940-an. Namun, konflik kembali membara setelah pasukan Israel melakukan operasi di Masjid Al-Aqsa yang mana masyarakat muslim di Palestina sedang melakukan ibadah.

Hal tersebut membuat pasukan Hamas meluncurkan roket ke wilayah Israel. Pasukan Israel merespons hal tersebut dengan menembakkan serangan udara mematikan di Gaza. Tak hanya pasukan Hamas dan tentara Israel saja yang bentrok, sebagian masyarakat sipil Palestina juga terlibat dalam bentrokan melawan polisi Israel.

Masih belum ada titik terang antara kedua belah pihak hingga 13 Mei 2021. Di sisi lain, konflik antara kedua negara tersebut tampaknya akan susah diselesaikan dalam waktu dekat mengingat berbagai aksi kekerasan terhadap warga Palestina ataupun serangan udara dari kedua belah pihak masih terjadi.

Itu dia 5 konflik atau perang besar yang terjadi dalam 10 tahun terakhir. Beberapa perang atau konflik tersebut bahkan masih berlangsung hingga saat ini. Pastinya kita berharap perang atau konflik besar tersebut dapat diselesaikan dengan damai.

By naruto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *