4 Negara Stop Sementara Para Non Lansia Untuk Vaksin AstraZeneca

RAJAIDR – Penyetopan sementara vaksin AstraZeneca kembali terjadi di negara Eropa. Kali ini, dikhususkan untuk usia dewasa muda.

Penundaan ini sebelumnya dilakukan di Kanada. Untuk usia di bawah 55 tahun, vaksin AstraZeneca tak diberikan lantaran kasus pembekuan darah pasca divaksin disebut banyak terjadi di rentang usia tersebut.

Teranyar, Jerman ikut menunda penggunaan vaksin AstraZeneca, tetapi khusus untuk usia di bawah 60 tahun. Mana saja negara yang menyetop sementara vaksin AstraZeneca untuk usia dewasa muda dan apa alasannya? Berikut rangkuman detikcom dari berbagai sumber.

1. Kanada

Canada’s National Advisory Committee on Immunization (NACI), sebuah panel ahli independen mengatakan manfaat vaksin AstraZeneca pada usia di bawah 55 tahun masih belum jelas. Hal ini menanggapi laporan kasus pembekuan darah yang diklaim banyak terjadi di usia tersebut.

“Dari apa yang diketahui saat ini, ada ketidakpastian substansial tentang manfaat pemberian vaksin AstraZeneca COVID-19 kepada orang dewasa di bawah usia 55 tahun,” jelas NACI dalam rilis tertulis, dikutip dari Reuters.

Berkomunikasi dengan AstraZeneca, ia mendesak agar pihak perusahaan juga melakukan studi lebih lanjut terkait risiko dan manfaat vaksin Corona mereka pada usia di bawah 55 tahun. Penundaan vaksin AstraZeneca di Kanada dilakukan sebagai langkah kehati-hatian, menyikapi meningkatnya laporan kasus pembekuan darah di luar Kanada.

2. Spanyol

Menteri Kesehatan Jens Spahn dan pejabat negara lainnya sepakat untuk hanya memberikan vaksin Corona AstraZeneca kepada warga berusia di atas 60 tahun. Terkecuali, mereka termasuk kategori berisiko tinggi COVID-19 yang mendapat rekomendasi dokter untuk divaksin dengan kemungkinan kecil menerima efek samping serius.

Langkah tersebut mengikuti rekomendasi dari panel ahli vaksin independen Jerman dan dilakukan setelah regulator medis Jerman merilis data baru. Disebutkan, ada peningkatan kasus yang dilaporkan terkait pembekuan darah yang tidak biasa di kepala, dikenal sebagai trombosis vena sinus pada penerima vaksin AstraZeneca baru-baru ini.

Beberapa wilayah Jerman termasuk ibu kota Berlin dan negara bagian terpadat di negara itu, Rhine-Westphalia Utara, telah menangguhkan penggunaan vaksinasi AstraZeneca pada orang yang lebih muda atau usia dewasa muda, Selasa pagi.

Keputusan itu diambil setelah regulator medis Jerman mengatakan penghitungan pembekuan darah langka yang dilaporkan pada 29 Maret telah meningkat menjadi 31 kasus, dari sekitar 2,7 juta dosis AstraZeneca yang disuntikkan di Jerman sejauh ini.

“Sembilan orang meninggal, kecuali dua kasus melibatkan wanita, yang berusia 20 hingga 63 tahun,” demikian pernyataan Paul Ehrlich Institute, dikutip dari France24.

3. Jerman

Komisi vaksin Jerman STIKO merekomendasikan untuk menghentikan sementara penggunaan vaksin AstraZeneca bagi warga di bawah 60 tahun. Menanggapi laporan baru kasus pembekuan darah yang terjadi pasca divaksin, khususnya di usia dewasa muda.

Dikutip dari AFP, STIKO berniat untuk membuat rekomendasi baru pada akhir April terkait penanganan bagi warga di bawah 60 tahun yang telah menerima suntikan dosis pertama.

Rekomendasi penghentian penggunaan vaksin AstraZeneca telah diterapkan di Berlin dan Munich melalui pengumuman yang disampaikan pada hari Selasa waktu setempat. “Kami secara provinsi menghentikan vaksinasi menggunakan AstraZeneca bagi warga di bawah 60 tahun,” ujar Menteri Kesehatan Dilek Kalayci yang juga menyinggung soal “data baru terkait efek samping”.

Dikutip dari Deutsche Welle, pembekuan darah di kepala yang tidak biasa terjadi paling banyak dialami wanita dewasa.

4. Prancis

Prancis lebih dulu melakukan vaksinasi Corona AstraZeneca di luar aturan regulator medis Eropa. Mereka mengatakan pada 19 Maret, vaksin AstraZeneca hanya boleh diberikan kepada orang-orang yang berusia di atas 55 tahun.

Otoritas kesehatan Prancis menyebut kebijakan ini didasarkan pada fakta bahwa laporan pembekuan darah yang menyebabkan ditangguhkannya penggunaan vaksin sementara di Prancis dan negara-negara Eropa lainnya kemarin, hanya terlihat pada mereka yang berusia di bawah 55 tahun.

Perdana Menteri Prancis Jean Castex, yang berusia 55 tahun, diberi vaksin Corona pada Jumat lalu. Vaksinasi dirinya juga meningkatkan kepercayaan pada vaksin AstraZeneca usai badan pengawas obat Eropa (EMA) memutuskan vaksin Corona AstraZeneca aman digunakan.

By naruto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *