5 Fakta Ikan Giant Trevally yang Gemar Makan Burung

Bird vs Fish | Blue Planet II - YouTube

RAJAIDR Giant Trevally, atau Kuwe Gerong, merupakan salah satu spesies ikan yang lazim ditemukan berenang di sekitar terumbu karang yang ada di Samudra Hindia, Samudra Pasifik, perairan Afrika, Hawai, Australia, hingga Jepang. Ikan ini cukup mudah dikenali dari ciri fisiknya, yakni tubuhnya yang berwarna perak-keabuan, kepalanya yang curam-tumpul, serta sirip dada yang besar layaknya dayung.

Dengan tubuhnya yang besar itu, Giant Trevally ternyata perenang yang cepat. Tak heran banyak penggemar sport fishing yang mengincarnya untuk sekadar beradu kekuatan. Selain itu, GT, julukan dari para pemancing, juga merupakan predator yang lumayan ganas, lho.

Nah, kali ini, kita bakal menelusuri beberapa fakta menarik tentang Giant Trevally. Ada apa saja, ya?

1. Merupakan spesies terbesar dari keluarga Trevally

Giant trevally that dragged a man into deep sea – My views

Seperti namanya, Giant Trevally merupakan spesies terbesar dari keluarga Carangidae. Dengan nama ilmiah Caranx ignobilis, seekor GT mampu tumbuh hingga mencapai 170 cm dengan berat setidaknya 35 kg.  Akan tetapi, belum ada yang tahu berat maksimum dari ikan yang satu ini.

Hal ini dikarenakan untuk menangkap GT yang paling besar, alat tangkap biasa tidak akan sanggup menarik beban yang luar biasa itu. Lingkungan terumbu karang yang terjal tempat ikan ini sering ditemukan juga menjadi faktor penghambat. Namun, rekor terkini mencatat seekor GT dengan berat sekitar 72,8 kg yang berhasil ditangkap di Jepang. Wow!

2. Bisa kawin silang dengan Bluefin Trevally

fish-bluefin-trevally - Spoon Guru

Faktanya, ikan juga bisa melakukan kawin silang dan GT adalah salah satu contohnya. Melansir laman Fishing World, sebuah penelitian yang dilakukan di Hawaii menunjukkan kalau GT bisa kawin silang dengar saudaranya Bluefin Trevally (Caranx melampygus).

Premis ini bisa muncul karena ditemukan seekor ikan trevally, berat sekitar 43 kg, dengan sirip biru, layaknya Bluefin Trevally, tapi mirip GT untuk bagian tubuh yang lain. Tidak hanya itu saja, keberadaan Brassy Trevally dengan ukuran super di perairan utara Australia juga mengvalidasi kemampuan kawin silang GT.

3. Sangat digemari oleh para penggila mancing

Interesting Facts About The Giant Trevally (GT) - Alphonse Fishing Co™

Belum afdal kalau belum menangkap ikan GT saat kamu melakukan sport fishing. Banyak sekali yang mengincar ikan Kuwe karena ikan ini memberikan pengalaman memancing yang luar biasa. Bagaimana tidak, GT yang pada umumnya berukuran ‘raksasa’ tetap mampu berenang dengan kecepatan 60 km/jam.

Dengan kecepatan dan berat tersebut, GT lantas mampu menyuguhkan sensasi tarikan yang tak bisa dijumpai dari ikan jenis lain. Di samping itu, banyak juga pemancing yang senang berfoto dengan GT hasil tangkapan mereka. Ikan tersebut tampak begitu menakjubkan di foto dan, bisa dibilang, Instagramable banget.

4. Merupakan predator puncak yang hampir mampu memakan apa saja, salah satunya burung

Blue Planet 2 bird-eating fish: how they filmed Giant Trevally scene. BBC1, BBC America, TVNZ 1 - Radio Times

FYI nih guys, ikan Kuwe ini termasuk ke dalam ikan predator, lho. Bahkan, Animal Planet menjelaskan bahwa tidak ada yang mereka takuti selain manusia dan hiu. Mangsa GT pun beragam jenis, mulai dari ikan-ikan kecil—sebagian besar dari keluarga Kakap (Lutjanidae), anakan penyu dan lumba-lumba, dan bahkan sampai dengan burung yang tengah terbang rendah dekat permukaan air.

Selain itu, ikan yang senang berburu secara soliter ataupun berkelompok ini juga punya taktik unik dalam mencari mangsa. GT sering ditemukan mengikuti hiu dan anjing laut saat tengah berburu. Hal ini dilakukan karena mempermudah mereka mencari makan di mana GT bisa melahap mangsa yang telah ditinggal oleh hiu dan anjing laut tadi.

5. Rupanya, ikan GT beracun, lho!

Blue Planet 2: The bird-eating fish scene | British GQ | British GQ

Yang terakhir, dan cukup mengejutkan, ikan Kuwe Gerong beracun karena mengandung ciguatoxin. Apakah itu? Jadi, ciguatoxin merupakan zat yang berasal dari organisme bernama dinoflagellata, sejenis ganggang yang sering ditemukan pada koral dan rumput laut. GT bisa ‘terkontaminasi’ dinoflagellata akibat memangsa ikan-ikan kecil yang makan rumput laut dan koral.

Meskipun tidak sampai membawa kematian, ciguatoxin bisa memicu beberapa gejala kesehatan serius pada manusia, seperti diare, mual-mual, sakit perut, dan muntah. Bahkan, ada juga yang kesulitan bernapas, pusing, dan lemah otot sehabis mengonsumsi ikan yang mengandung ciguatoxin.

Itulah tadi lima fakta menarik tentang Giant Trevally, si ikan predator yang banyak diincar para penggemar mancing mania. Ingat ya guys, ikan Kuwe gak boleh dimakan! Jadi, sebaiknya dilepas kembali.

By naruto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *