5 Senjata Paling Banyak Menghabisi Nyawa di Masa Peradaban Kuno

RAJAIDR – Perang selalu menjadi bagian dalam sejarah sebuah peradaban. Dan yang namanya peperangan, enggak akan lengkap tanpa senjata. Ya kali, orang-orang yang perang cuma ngandelin tangan! Hal yang sama juga berlaku dalam peperangan yang terjadi di masa peradaban kuno. Memang sih, mereka enggak memiliki senjata canggih seperti bom atau rudal yang dimiliki oleh banyak negara saat ini.

Tapi jangan salah, orang-orang di masa peradaban kuno juga memiliki senjata yang sangat mematikan, yang mereka gunakan saat berperang dengan musuh. Dilansir Listverse, berikut ini lima senjata unik dan mematikan yang digunakan pada masa peradaban kuno!

1. Bagh Nakh

Bagh Nakh atau yang dalam bahasa Indonesia berarti cakar harimau merupakan senjata favorit orang India pada masa lalu. Sesuai dengan namanya, Bagh Nakh adalah empat atau lima lempengan besi melengkung dengan ujung tajam menyerupai cakar harimau.

Berbeda dengan senjata lain yang berukuran besar, Bagh Nakh hanya memiliki panjang 6 inchi hingga 1,75 inchi dengan berat sekitar 56 gram. Karena ukurannya yang enggak terlalu besar, orang-orang India Kuno seringkali menyembunyikan Bagh Nakh di balik telapak tangan untuk berjaga-jaga dari serangan mendadak yang bisa datang kapan saja.

2. Khopesh

Bisa dibilang, Khopesh adalah salah satu senjata perang tertua dalam sejarah manusia. Pedang ini awalnya digunakan oleh bangsa Mesopotamia pada 2500 SM, sebelum akhirnya menyebar ke Mesir. Dengan berat 3,2 kg dan panjang 60 cm, Khopesh sebenarnya lebih mirip seperti celurit ketimbang pedang, dan sering digunakan sebagai alat pengait sekaligus alat pukul.

Pada masa peradaban Mesir Kuno, selain digunakan sebagai senjata, Khopesh juga menjadi simbol kebangsawanan. Karena harganya sangat mahal, Khopesh hanya bisa dimiliki oleh bangsawan Mesir, prajurit kelas atas, dan raja-raja Mesir Kuno alias Fir’aun.

3. Kpinga

Setelah mengenal senjata asal India dan Mesir, sekarang kita beralih ke Kpinga, senjata favorit orang Afrika di masa lalu. Pada dasarnya, Kpinga adalah pisau lempar. Yang membuatnya lebih berbahaya adalah, Kpinga terdiri dari beberapa bilah pisau tajam. Walaupun memiliki bentuk yang aneh, Kpinga sengaja dibuat menjadi beberapa bilah agar dapat mengenai musuh dengan tepat.

Namun sama seperti Khopesh, Kpinga juga bukanlah senjata sembarangan. Pasalnya, Kpinga hanya diproduksi oleh satu klan saja di Afrika yakni klan Avongara, dan hanya dimiliki oleh orang-orang kaya dan prajurit profesional. Saking berharganya, tidak jarang Kpinga disertakan dalam acara pernikahan sebagai mas kawin dikalangan keluarga atas.

4. Chu Ko Nu

Selain Khopesh, Chu Ko Nu juga menjadi salah satu senjata paling kuno yang pernah ada. Senjata ini pertama kali dibuat pada abad ke 4 SM oleh penasihat militer asal China, Zhuge Liang. Pada dasarnya, Chu Ko Nu merupakan panah otomatis yang dapat menembakkan 10 anak panah hanya dalam waktu 15 detik.

Agar lebih mematikan, tidak jarang panah-panah ini diberi racun berupa bunga aconite atau wolfsbane yang merupakan tanaman paling beracun di dunia. Chu Ko Nu sendiri terakhir digunakan pada Perang Tiongkok dan Jepang yang terjadi antara tahun 1894 hingga 1895.

5. Roman Scissor

Meski namanya Roman Scissor, nyatanya senjata ini sama sekali enggak mirip dengan gunting yang kita gunakan sehari-hari. Alih-alih gunting, Roman Scissor justru memiliki tampilan seperti tabung baja dengan bilah berbentuk bulan sabit di ujungnya.

Berbeda dengan senjata kuno lain yang digunakan untuk peperangan melawan musuh, bangsa Romawi Kuno menggunakan senjata ini dalam pertarungan gladiator. Meski sekilas tidak tampak seperti senjata, Roman Scissor sebenarnya sangat berguna sekaligus mematikan. Tabung baja digunakan sebagai pelindung serangan, sedangkan kail berbentuk bulan sabit tajam berfungsi untuk memotong jaring dan membantai lawan.

Dibandingkan dengan senjata yang kita miliki hari ini, lima senjata kuno di atas jelas kalah canggih. Tapi jangan salah, senjata-senjata kuno ini tetaplah mematikan bahkan hingga jika digunakan di zaman sekarang.

By naruto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *