5 Wilayah Ternyata Menjadi Perebutan oleh Dua Negara

Fact check: Are other nations involved in the war in Tigray? | Africa | DW  | 19.03.2021

RAJAIDR – Sengketa wilayah merupakan suatu hal yang dapat mengancam keamanan suatu negara. Bagaimana tidak, sengketa suatu wilayah dapat menimbulkan perang antar negara yang juga berpotensi melibatkan beberapa negara aliansi masing-masing.

Pastinya kita semua mengharapkan perang yang besar seperti Perang Dunia II tidak terjadi lagi ke depannya. Sayangnya, sejauh ini terdapat beberapa wilayah yang menjadi sengketa oleh dua negara yang berbeda. Negara mana saja kira-kira? Berikut daftarnya.

1. Tigray – Ethiopia dan Sudan

Sudan, Ethiopia Trade Accusations in Escalating Border Conflict | Asharq  AL-awsat

Belakangan ini, Benua Afrika sedang terjadi perang antarnegara yang memprihatinkan, yaitu Perang Tigray. Perang ini dilatarbelakangi oleh saling klaim atas wilayah yang bernama Tigray oleh 2 negara yang cukup kuat dalam hal militer di Afrika, yaitu Sudan dan Ethiopia.

Perang ini melibatkan 2 negara yang cukup kuat di Afrika, yaitu Sudan dan Ethiopia. Pada awalnya, Sudan mengklaim bahwa 90 persen wilayah Tigray merupakan wilayah mereka dilansir Sudan Tribune.

Ethiopia pun langsung mengerahkan pasukannya demi menjaga wilayah Tigray dalam merespon klaim negara Sudan yang memang sebelumnya merupakan wilayah negara tersebut secara administratif. Alhasil, perang pun tidak dapat dihindari di wilayah perbatasan Tigray antara militer kedua negara tersebut. Perang dimulai pada Desember 2020 lalu dan hingga saat ini gencatan senjata belum terjadi.

Setidaknya konflik tersebut telah menewaskan 52.000 jiwa dari kedua belah pihak. Dapat dikatakan Perang Tigray merupakan perang yang memprihatinkan antarnegara dalam sedekade terakhir di Benua Afrika.

2. Nagorno-Karabakh – Azerbaijan dan Armenia

ARMENIA AND AZERBAIJAN: A BORDER THAT BORDERS ON PERPETUAL WAR

Pada saat pandemi COVID-19, dunia sempat dihebohkan dengan ketegangan yang ada di sekitar wilayah Eropa Timur dan Asia Barat, yaitu antara Azerbaijan dengan Armenia. Kedua negara tersebut terlibat dalam sengketa wilayah Nagorno-Karabakh. Sebenarnya, wilayah Nagorno-Karabakh memang sudah menjadi wilayah sengketa sejak Perang Dunia I.

Setelah beberapa dekade situasi mendingin, ketegangan tidak dapat dihindari akibat rencana Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan, untuk membangun Shusha yang merupakan kota yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat tinggi sebagai ibu kota Republik Artsakh yang merupakan bekas wilayah otonom Nagorno-Karabakh.

Azerbaijan merespon pernyataan tersebut dengan mengerahkan ribuan pasukannya ke wilayah perbatasan pada Juli 2020. Sebagai informasi, Nagorno-Karabakh termasuk wilayah Azerbaijan secara administatif walaupun sebagian besar penduduknya beretnis Armenia.

Singkat cerita, Azerbaijan berhasil merebut kembali 9 daerah dan 286 desa dari perjanjian antara kedua negara yang dimediatori oleh Vladimir Putin yang merupakan Presiden Rusia. Perjanjian tersebut dinilai merupakan langkah yang tepat untuk meminimalisir korban jiwa dan kerusakan infrastruktur di wilayah tersebut.

3. Yerussalem – Israel dan Palestina

Lockdown Dibuka, Warga Muslim Kembali Sholat di Masjid Al Aqsa : Okezone  News

Yerussalem merupakan wilayah yang pada zaman dahulu direbutkan oleh dua kerajaan besar, yaitu Persia dan Babilonia. Pada tahun 1535, Kekaisaran Ottoman berhasil menaklukkan Mesir dan Arabiadan menjadikan Yerusalem masuk ke dalam wilayah hukumnya. Sayangnya, pasukan Inggris mengalahkan Kekaisaran Ottoman dalam Perang Dunia I, tepatnya pada tahun 1917.

Setelah itu, Palestina berhasil diduduki oleh Inggris dan Yerusalem menjadi hak bagi negara Britania Raya pada waktu itu. Setelah Perang Dunia II usai, Inggris mengembalikan mandat Palestina kepada United Nations dengan hasil memenangkan usulan membagi wilayah Palestina tersebut untuk 2 negara. Hal tersebut membuat pasukan beberapa negara Arab bergabung untuk memerangi Israel dan berhasil merebut sebagian kota Yerussalem.

Singkat cerita, Israel mendeklarasikan Yerussalem sebagai ibu kota dari negaranya pada tahun 1980. Sementara itu, Palestina mendeklarasikan kemerdekaannya pada tahun 1988 dengan ibu kota Yerussalem. Sejak itu, konflik antara kedua negara tersebut susah untuk dihindari.

4. Crimea – Ukraina dan Rusia

Crimea to enter into economic cooperation agreement with Syria in August -  Business & Economy - TASS

Hubungan diplomatik antara negara Rusia dan Ukraina dapat dikatakan masih memanas setelah wilayah Crimea berhasil dianeksasi oleh negara Rusia. Sebelumnya, Crimea merupakan wilayah administratif negara Ukraina dan diakui oleh seluruh negara di dunia.

Pada tahun 2014, terdapat pasukan berseragam hijau yang menduduki wilayah Crimea dan pasukan tersebut diketahui merupakan pasukan yang berasal dari negara Rusia. Alhasil, ketegangan antara kedua negara tidak dapat dihindari hingga saat ini.

Secara resmi, Rusia sendiri menyatakan bahwa negara tersebut tidak terlibat dan tidak mengetahui pasukan dalam ketegangan yang ada di wilayah Crimea. Meskipun begitu, banyak bukti dari berbagai macam lembaga yang menyatakan pasukan tersebut muncul dari wilayah Rusia apalagi terdapat dua mantan intelijen Rusia yang tertangkap basah oleh Pemerintah Ukraina.

5. Pulau Burung – Venezuela dan Republik Dominika

la cuna de la vida : las islas vírgenes

Pulau Burung atau Isla de Aves merupakan pulau yang terletak di Lautan Karibia. Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah negara Venezuela. Dalam sejarahnya, pulau ini sempat diperebutkan oleh dua negara, yaitu Venezuela dan Republik Dominika.

Pada tahun 2007, Republik Dominika mengakui bahwa Pulau Burung bukan termasuk wilayah negaranya, walaupun negara itu masih mengklaim wllayah perairan yang ada di sekitar pulau tersebut.

Sengketa pulau tersebut untungnya tidak menimbulkan ancaman yang serius bagi kedua belah pihak. Hal tersebut tak lepas dari pulau seluas 375×50 meter itu yang sebenarnya bukan merupakan kawasan strategis bagi kedua negaranya, baik dalam hal ekonomi maupun keamanan.

Nah, itu dia 5 wilayah yang menjadi sengketa oleh dua negara. Sejauh ini, beberapa d iantara sengketa wilayah tersebut masih berlangsung. Hal tersebut pastinya bukan merupakan kabar yang baik mengingat dapat berpotensi menimbulkan perang yang lebih besar.

By naruto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *