6 Fakta Unik Siamang Sang Primata Dengan Suara Nyaring Yang Unik

RAJAIDR – Siamang merupakan salah satu primata jenis yang dapat dijumpai di pulau Sumatera. Kera yang memiliki bulu berwarna hitam legam ini masuk kedalam keluarga gibbon (owa).

Siamang dapat dijumpai di daerah hutan hujan lebat, khususnya di Bukit Barisan Sumatera, Sungai Perak Malaysia, hingga beberapa tempat kecil di Thailand. Lebih spesifik lagi, primata ini biasanya memilih daerah dataran rendah, bukit-bukit, hingga hutan dipterocarp.

Mereka juga memiliki fakta menarik lain yang tentunya akan membuatmu semakin takjub dengan hewan yang satu ini, lho. Kurang lebih penulis sudah merangkumnya ke dalam 6 fakta menarik dari siamang. Semakin penasaran bukan? Yuk langsung simak artikel berikut ini!

1. Jenis gibbon (owa) terbesar di dunia

Siamang merupakan jenis owa terbesar dari sekitar 18 jenis owa yang tersebar di seluruh dunia. Meskipun yang terbesar dari jenis owa, mereka tetap tidak sebanding dengan primata bertubuh besar lainnya seperti gorila, simpanse, maupun orang utan.

Dilansir Animal Diversity, rata-rata ukuran siamang berkisar antara 71-90 cm untuk panjang dan 10-12 kg untuk bobotnya. Baik betina maupun jantan mampu mencapai ukuran maksimal tersebut sehingga tidak ada perbedaan ukuran yang berarti diantara keduanya.

2. Primata dengan kemampuan memanjat terbaik

Selain dinobatkan sebagai jenis owa terbesar di dunia, ternyata siamang juga dikenal sebagai salah satu primata dengan kemampuan memanjat terbaik, lho. Hal ini tentunya dibantu berkat kedua tangan super panjangnya yang memudahkan mereka untuk berayun hingga 3 meter dalam sekali ayunan!

Tak hanya dibantu kedua tangannya, tubuh ramping dan tulang ringan siamang juga memudahkan mereka ketika berayun. Kerennya lagi, jari jempol pada siamang mampu berputar 180 derajat. Kedua tangan dan kaki dari siamang juga bisa menggenggam apapun yang tentunya menjadikan mereka sebagai pemanjat ulung, dilansir San Diego Zoo.

3. Hewan yang sangat setia dengan pasangannya

Salah satu fakta menarik dan patut dicontoh dari siamang adalah kesetiaannya pada pasangannya. Ketika seekor siamang sudah memutuskan siapa pasangannya, biasanya ia akan terus bersama dengan pasangannya seumur hidup, bahkan hingga membangun kelompok dengan pasangan dan anak-anaknya saja.

Mengutip laman Animal Diversity, saking setianya dengan pasangannya, siamang biasanya tidak akan mencari pasangan lagi jika pasangannya mati terlebih dahulu. Selain itu, mereka akan saling melindungi, merawat, hingga bekerja sama untuk membesarkan anak-anaknya. Romantis banget, ya?

4. Suara super nyaring yang bisa buat hutan jadi sangat berisik

Siamang memiliki keistimewaan pada suaranya berkat kantung tenggorokan yang berwarna keabu-abuan hingga merah muda. Kantung tersebut mampu menghasilkan suara super besar dan dapat mengembang hingga seukuran jeruk bali ketika suara maksimal dikeluarkan oleh seekor siamang.

Dilansir Smithsonian National Zoo, dari kantung tenggorokan tersebut, siamang menghasilkan 2 suara utama, yaitu suara dentuman keras ketika mulutnya tertutup dan bunyi “wow” saat mulutnya terbuka.

Selain itu, terkadang mereka juga mampu memproduksi suara layaknya gonggongan anjing. Suara-suara besar tersebut berfungsi sebagai sarana komunikasi antar pasangan hingga menjaga teritori dari siamang.

5. Siamang punya kecenderungan untuk menghindari air

Dalam sehari, siamang mampu untuk berkeliling hingga jarak 1,5 km untuk mencari makan maupun mencari tempat istirahat baru lantaran mereka tidak membangun sarang seperti kebanyakan primata. Aktivitas tersebut mayoritas dilakukan dengan berayun dari pohon ke pohon. Mereka sangat jarang berada di tanah dan cenderung menghindari air.

San Diego Zoo melansir, kendati siamang memiliki lengan panjang, mereka tidak bisa berenang. Selain itu, mereka juga takut dengan air, bahkan cenderung menghindari daerah berair. Ketika minum pun mereka sebisa mungkin mencegah agar tubuhnya tidak terkena air sama sekali.

6. Populasi yang kian mengkhawatirkan di alam liar

Walaupun memiliki daerah persebaran yang cukup luas, ternyata hal tersebut berbanding terbalik dengan populasi siamang di alam. Populasi mereka terus menurun hingga masuk ke dalam daftar hewan yang terancam punah.

Dilansir Animal Diversity, penyebab menyusutnya populasi siamang di alam cukup beragam. Di antaranya adalah hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan oleh manusia hingga perburuan siamang dewasa agar anaknya dapat diambil untuk dijadikan hewan peliharaan maupun untuk diperjualbelikan secara ilegal.

Nah, itu dia fakta menarik dari siamang. Keberadaan siamang tentunya sangat penting bagi hutan, sehingga sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk turut membantu kelestarian mereka lewat cara masing-masing agar keberadaan siamang dapat terjaga. Semoga kita tetap bisa mendengar suara nyaring dari primata eksotik ini, ya!

By naruto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *