6 Hal yang Perlu Diketahui dari Vaksin Janssen, Cukup Satu Dosis?

EU lulus penggunaan vaksin Covid-19 Janssen

RAJAIDR – Untuk mencapai herd immunity, pemerintah tengah gencar melakukan vaksinasi COVID-19 menggunakan berbagai vaksin COVID-19 yang tersedia saat ini. Hingga saat ini, sudah ada sembilan jenis vaksin COVID-19 yang tersedia. Salah satunya adalah vaksin Janssen, satu-satunya vaksin dengan satu dosis.

Walaupun hanya membutuhkan satu dosis, vaksin Janssen telah terbukti memiliki efektivitas yang serupa dengan vaksin COVID-19 lainnya dan telah digunakan di berbagai negara. Dirangkum dari berbagai sumber, inilah beberapa hal yang perlu kamu tahu dari vaksin Janssen yang gak kalah ampuh ini!

1. Tergolong vaksin adenovirus

Vaksin Janssen menggunakan platform adenovirus, sejenis virus penyebab flu biasa yang telah dinonaktifkan untuk membawa gen dari virus COVID-19 ke dalam sel manusia.

Sel-sel tersebut kemudian memproduksi protein virus COVID-19 (bukan virus itu sendiri) untuk meniru virus, sehingga dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi di kemudian hari jika tubuh menghadapi virus corona SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

2. Memiliki efektivitas hingga 66,9 persen

Walaupun dibuat dengan metode yang berbeda, melalui berbagai uji klinis, vaksin Janssen telah terbukti memiliki keefektifan dalam menurunkan gejala COVID-19. Hasil dari uji klinis yang melibatkan orang-orang di Amerika Serikat, Afrika Selatan, dan negara-negara Amerika Latin menemukan bahwa vaksin Janssen efektif mencegah COVID-19 pada orang-orang dari usia 18 tahun. Penelitian ini melibatkan lebih dari 44.000 orang.

Uji klinis juga menemukan penurunan 66,9 persen dalam jumlah kasus gejala COVID-19 setelah 2 minggu pada orang yang menerima vaksin Janssen. Dalam uji klinis, vaksin ini memiliki kemanjuran tinggi dalam mencegah rawat inap dan kematian pada orang yang terinfeksi.

Vaksin Janssen juga telah melalui review dari beberapa lembaga di dunia, seperti European Medicines Agency (EMA) dan US Food and Drug Administration (FDA), dan dinyatakan aman.

3. Untuk orang berusia 18 tahun ke atas

Vaksin Janssen hanya direkomendasikan untuk usia 18 tahun ke atas, terlebih untuk orang yang telah berusia di atas 50 tahun. Ini karena untuk mereka yang usianya 50 tahun ke atas, mereka cenderung jarang mengalami efek samping dari vaksin Janssen.

Sambil menunggu penelitian lebih lanjut, hingga saat ini vaksin Janssen tidak direkomendasikan untuk usia kurang dari 18 tahun.

4. Cukup satu dosis

Salah satu perbedaan terbesar yang mungkin pernah kita dengar tentang vaksin Janssen dengan vaksin COVID-19 lainnya adalah bahwa vaksin Janssen hanya membutuhkan satu dosis, bukan dua.

Ini didasarkan pada uji klinis awal yang menguji regimen vaksin satu dan dua dosis. Ditemukan bahwa 90 persen peserta membuat tingkat antibodi penetralisir yang kuat 29 hari setelah dosis pertama.

Para peneliti menemukan bahwa tingkat antibodi tetap stabil selama 71 hari setelah dosis pertama. Uji coba untuk menyelidiki regimen vaksin Janssen dengan dua dosis juga sedang berlangsung.

5. Aman digunakan pada orang dengan kondisi medis tertentu

Vaksin Janssen aman dan tetap efektif disuntikkan kepada orang dengan kondisi medis yang diketahui terkait dengan peningkatan risiko penyakit parah, seperti hipertensi, penyakit paru-paru kronis, penyakit jantung, obesitas, dan diabetes.

Vaksin juga dapat ditawarkan kepada orang-orang yang pernah menderita COVID-19. Namun, mendapatkan vaksinasi COVID-19 sebaiknya perlu menunggu hingga 6 bulan sejak infeksi, untuk memungkinkan pemberian kepada orang lain yang lebih membutuhkannya.

Siapa pun yang berusia di atas 18 tahun dan orang dengan kondisi medis bisa menerima vaksin Janssen, kecuali seseorang dengan riwayat anafilaksis dan siapa pun yang mengalami demam dengan suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius.

6. Efek samping yang ringan hingga sedang

Sama seperti vaksin COVID-19 lainnya, vaksin Janssen juga memiliki efek samping. Efek samping ini terjadi dalam satu atau dua hari setelah mendapatkan vaksin. Itu adalah tanda normal bahwa tubuh sedang membangun perlindungan dan akan hilang dalam beberapa hari. Efek samping itu meliputi nyeri, kemerahan, pembengkakan, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, panas dingin, demam, dan mual.

Dalam uji klinis, efek samping umum ini terjadi dalam 7 hari setelah divaksinasi dan sebagian besar bersifat ringan.

Untuk mencegah dan menghindari penyebaran COVID-19, segera dapatkan vaksinasi COVID-19 sesegera mungkin dan tetap menjalankan protokol kesehatan yang berlaku. Jangan menunggu ataupun sengaja memilih merek tertentu. Semua vaksin COVID-19 yang ada saat ini telah mendapatkan izin, aman, serta efektif.

By naruto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *