7 Fakta Dibalik Copycat Suicide

Asmara Pemuda dengan Janda 5 Anak Tak Direstui, Erwin Pilih Bunuh Diri -  Makassar Terkini

RAJAIDR – Tindakan bunuh diri merupakan hal yang tak boleh dianggap remeh. Tak hanya meninggalkan rasa kehilangan dan penyesalan bagi orang-orang terdekat korban, bunuh diri juga bisa menginspirasi orang lain melakukan hal serupa. Namun, hal ini masih jarang disadari.

Tindakan yang meniru cara orang lain bunuh diri dikenal dengan istilah copycat suicide. Berikut ini fakta-faktanya yang perlu kamu ketahui.

1. Apa itu copycat suicide?

Copycat suicide atau suicide contagion menunjukkan bahwa peristiwa bunuh diri bisa menular ke orang lain. Biasanya orang yang terpengaruh adalah yang menyaksikan, orang terdekat, atau orang yang mengagumi korban bunuh diri tersebut.

2. Bagaimana copycat suicide dapat terjadi?

Ketika ada kematian yang tidak disangka-sangka, orang akan memerhatikannya. Mereka berusaha untuk memahami apa yang terjadi. Sayangnya, ketika sudah memahaminya, tanpa disadari mereka berkontribusi terhadap penularan bunuh diri. Ini karena otak mereka menormalisasi peristiwa bunuh diri dan menganggap bahwa itu bisa terjadi pada siapa saja.

“Ini membuat bunuh diri menjadi mudah dipraktikkan terutama oleh anak-anak yang sedang menghadapi masalah,” ungkap Seth Abrutyn, profesor sosiologi dari University of British Columbia in Canada dilansir dari Time.

3. Copycat suicide dapat dipicu oleh media

Peragaan dan penjelasan mengenai bunuh diri di media dapat memengaruhi seseorang untuk melakukannya. Bentuknya beragam, mulai dari film, series, dokumenter, hingga pemberitaan.

Ini karena media mengekspos secara detail tahapan, cara, hingga apa yang dialami oleh korban bunuh diri. Orang bisa terinspirasi dari gambaran tersebut, terutama mereka yang sedang dilanda masalah.

Salah satu tayangan yang diduga menyebabkan copycat suicide adalah 13 Reasons Why. Dilansir dari BioMed Central, sejumlah kasus bunuh diri yang serupa dengan tayangan tersebut tercatat di media. Selain itu, pencarian kata “suicide” di Google meningkat sebesar 20 persen selama 19 hari setelah series itu tayang.

4. Penyebab berikutnya adalah adanya orang terdekat yang mati dengan cara bunuh diri

Sebuah studi dilakukan oleh BMC Psychiatry pada tahun 2010 untuk mempelajari fenomena copycat suicide di Inggris. Peneliti menanyakan seberapa jauh bunuh diri yang dilakukan orang terdekat memengaruhi mereka. Sebanyak 26 persen dari 429 responden mengatakan bahwa mereka mulai mempertimbangkan bunuh diri sebagai salah satu alternatif untuk mati.

“Kematian saudaraku membuatku lebih mudah untuk mempertimbangkan dan mencoba bunuh diri. Jika ia tidak melakukannya, mungkin aku tidak akan mempertimbangkannya di saat-saat terendahku,” ungkap salah satu responden dilansir dari BioMed Central.

5. Bisa pula disebabkan oleh perilaku bunuh diri orang yang dikagumi

Kematian public figure lewat bunuh diri juga bisa memengaruhi fansnya untuk melakukan hal yang sama. Data dari US Centers for Disease Control and Prevention menunjukkan terdapat peningkatan kasus bunuh diri sebesar 9,85 persen (1.841 kasus) di Amerika Serikat empat bulan setelah Robin Williams bunuh diri pada tahun 2014. Peneliti mengatakan bahwa kebanyakan korban adalah laki-laki paruh baya.

Fenomena ini bisa terjadi karena fans adalah orang-orang setia yang mengagumi idolanya. Ketika mengetahui bahwa figur yang dikagumi mati dengan jalan yang tidak disangka, akan timbul perasaan putus asa.

6. Orang-orang yang lebih rentan terpengaruh peristiwa bunuh diri

Dilansir dari berbagai sumber, terdapat ciri-ciri orang tertentu yang rentan melakukan copycat suicide. Mereka adalah orang yang memiliki sejarah bunuh diri di keluarga, pernah mengalami kekerasan saat masih kecil, pernah mengalami gangguan mental, dan memiliki sejarah kecanduan alkohol atau obat terlarang.

7. Cara mencegah perilaku copycat suicide

Tentunya kita tidak mau peristiwa bunuh diri terjadi berulang-ulang, kan? Terdapat beberapa cara mencegah perilaku copycat suicide yang bisa kita lakukan.

Yang pertama, berikan perhatian lebih kepada orang yang menyaksikan peristiwa bunuh diri. Ingatan tersebut sering kali membuat mereka trauma dan bisa menimbulkan normalisasi bunuh diri.

Selain itu, kita juga perlu memberikan perhatian kepada orang terdekat korban bunuh diri. Bagaimana pun juga mereka yang paling terpukul akan kejadian tersebut. Temani mereka sehingga tidak ada pikiran untuk melakukan hal yang sama.

Cegah orang-orang di sekitarmu, terutama anak-anak untuk menonton konten yang menjelaskan bunuh diri secara detail. Alih-alih, edukasi mereka mengenai bunuh diri dan mengapa mereka tidak boleh melakukannya.

By naruto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *