7 Manfaat Biotin Ini Ternyata Baik Bagi Kesehatan Tubuh!

What is Biotin? – Food Insight

RAJAIDR – Biotin merupakan salah satu zat gizi yang memiliki peran penting dalam kesehatan kuku, rambut, dan kulit kita. Biotin adalah vitamin yang larut dalam air yang merupakan bagian dari keluarga vitamin B, yaitu vitamin B7, yang juga dikenal sebagai vitamin H.

Lantas, apa, manfaat biotin untuk kesehatan? Daripada kamu penasaran, yuk, kita simak ulasan berikut ini.

1. Memecah makronutrien

Biotin membantu memecah makanan yang ada di dalam tubuh menjadi energi. Dalam prosesnya, biotin mampu mendukung enzim yang terlibat dalam pemecahan karbohidrat, lemak, dan protein. Dilansir Medical News Today, biotin memiliki peran penting dalam beberapa proses di dalam tubuh sebagai berikut:

  • Glukoneogenesis: ini adalah sintesis glukosa dari sumber selain karbohidrat, seperti asam amino. Enzim yang mengandung biotin memiliki peran yang cukup penting dalam membantu mulainya proses ini.
  • Sintesis asam lemak: biotin membantu enzim yang mengaktifkan reaksi yang penting untuk produksi asam lemak.
  • Kerusakan asam amino: enzim yang mengandung biotin terlibat dalam metabolisme beberapa asam amino penting, termasuk leusin.

2. Menjaga kesehatan kuku

Kuku adalah salah satu bagian tubuh yang cukup rapuh, mudah pecah, dan retak. Oleh karena itu, diperlukan perawatan yang tepat untuk merawat kuku kita.

Menurut sebuah laporan dalam Journal of Drugs in Dermatology tahun 2007, sindrom kuku rapuh tampaknya mereda dengan suplementasi dosis biotin 2,5 mg setiap hari atau dosis silikon 10 mg setiap hari.

3. Meningkatkan kesehatan rambut

Ada beberapa hal yang memengaruhi kesehatan rambut seperti gaya hidup, pola makan, serta asupan vitamin yang masuk ke tubuh kita. Kekurangan biotin sering kali ditandai dengan rambut rontok. Maka dari itu, bisa disimpulkan bahwa biotin punya peran penting dalam menjaga kesehatan rambut.

4. Menjaga kesehatan selama kehamilan dan menyusui

Ibu hamil butuh biotin lebih banyak karena tubuh mereka memecah vitamin lebih cepat selama kehamilan.

Berdasarkan laporan yang dipublikasikan StatPearls tahun 2020, kadar biotin yang kurang optimal sering terjadi pada kehamilan. Sebagai contoh, meskipun asupan biotin makanan normal, sekitar setengah dari perempuan hamil di Amerika Serikat (AS) mengalami kekurangan biotin. Konsultasikan dengan dokter tentang suplementasi biotin selama kehamilan atau menyusui.

5. Mengurangi gula darah bagi penderita diabetes

Diabetes tipe 2 adalah kondisi metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi dan gangguan fungsi insulin. Kekurangan biotin dapat mengganggu regulasi gula darah atau glukosa.

Seperti yang dilaporkan oleh Micronutrient Information Center, Oregon State University, ada beberapa peneliti yang telah mempelajari bagaimana suplemen biotin memengaruhi kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Hasilnya beragam, tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi biotin dan kromium pikolinat dapat membantu penanganan diabetes tipe 2.

6. Meningkatkan kesehatan kulit

Sebenarnya, belum ada riset lebih lanjut mengenai peran biotin dalam menjaga kesehatan kulit. Namun, orang dengan defisiensi biotin mungkin mengalami masalah kulit, termasuk ruam merah dan bersisik. Beberapa orang juga percaya bahwa biotin dapat membantu memperbaiki kondisi psoriasis.

7. Membantu pengobatan multiple sclerosis

Multiple sclerosis adalah jenis penyakit autoimun. Kondisi medis ini merusak lapisan pelindung serabut saraf di otak, sumsum tulang belakang, dan mata.

Mengutip keterangan dari StatPearls tahun 2020, data klinis menunjukkan bahwa pasien multiple sclerosis bila diobati dengan dosis biotin harian hingga 300 mg merespons secara positif, dengan pembalikan perkembangan penyakit serta mengurangi kecacatan kronis.

Potensi efek samping biotin yang harus kamu waspadai

Dalam mengonsumsi suplemen apa pun, kita disarankan untuk berkonsultasi dulu dengan dokter. Ini dilakukan untuk menghindari risiko efek samping atau komplikasi dari suplemen yang dikonsumsi tersebut.

Selain memiliki manfaat, tetapi tetap ada risiko efek samping dari konsumsi suplemen biotin, apalagi bila dikonsumsi dalam dosis tinggi.

Dilansir Verywell Health, risiko efek sampingnya bisa berupa ruam, gangguan pencernaan, masalah dalam pelepasan insulin, dan masalah ginjal.

Menurut studi dalam New England Journal of Medicine, pengobatan biotin dikatakan mengganggu tes laboratorium dan meniru penyakit Graves. Keamanan penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi untuk biotin juga belum diketahui.

Anjuran dosis biotin yang direkomendasikan

Berdasarkan National Institutes of Health (NIH), anjuran dosis biotin bisa berbeda-beda bergantung pada usia dan jenis kelamin, meliputi:

  • Usia baru lahir sampai 6 bulan: 5 mcg
  • 7-12 bulan: 6 mcg
  • 1-3 tahun: 8 mcg
  • 4-8 tahun: 12 mcg
  • 9-13 tahun: 20 mcg
  • 14-18 tahun: 25 mcg (laki-laki dan perempuan), 30 mcg (ibu hamil), 35 mcg (ibu menyusui)
  • 19+ tahun: 30 mcg (laki-laki dan perempuan), 30 mcg (ibu hamil), 35 mcg (ibu menyusui)

Agar aman dan tepat, baiknya konsultasikan ke dokter.

Waspadai defisiensi biotin

Sebetulnya defisiensi biotin jarang terjadi karena zat gizi tersebut tersedia dalam banyak makanan, dan bakteri baik usus biasanya menyintesis lebih banyak biotin daripada yang dibutuhkan tubuh. Meski begitu, kekurangan biotin tetap bisa terjadi. Berikut ini adalah beberapa gejalanya:

  • Rambut rontok, atau alopecia
  • Ruam merah bersisik di sekitar mata, hidung, mulut, dan alat kelamin
  • Depresi
  • Kelesuan
  • Halusinasi
  • Mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki
  • Kehilangan kendali atas gerakan tubuh, yang dikenal sebagai ataksia
  • Kejang
  • Gangguan fungsi kekebalan
  • Peningkatan risiko infeksi bakteri dan jamur

Mereka yang berisiko mengalami kekurangan biotin di antaranya:

  • Perempuan selama kehamilan
  • Pasien yang menerima nutrisi intravena dalam waktu lama
  • Bayi yang mengonsumsi ASI dengan jumlah biotin yang rendah
  • Pasien dengan gangguan penyerapan biotin karena penyakit radang usus (IBD) atau gangguan saluran gastrointestinal (GI) lainnya
  • Orang yang merokok

Makanan sumber biotin

Biotin bisa didapat dari banyak makanan. Menurut NIH, sumber makanan yang mengandung biotin meliputi:

  • Hati sapi
  • Telur
  • Ikan salmon
  • Roti hamburger
  • Biji bunga matahari
  • Kacang almon
  • Ikan tuna
  • Bayam
  • Brokoli
  • Keju
  • Susu
  • Plain yogurt
  • Oatmeal
  • Pisang
  • Roti gandum

Itulah ulasan lengkap mengenai biotin, dari mulai manfaat biotin untuk kesehatan, dosis yang dianjurkan, dan yang terjadi pada tubuh bila sampai mengalami defisiensi. Yuk, penuhi asupannya dengan menerapkan pola makan sehat bergizi seimbang, agar semua kebutuhan nutrisimu selalu terpenuhi.

By naruto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *