Alasan Mengapa Tidak Ada Pintu di Bagian Samping Pengemudi Bus

RAJAIDR – Apakah Anda pernah naik bus umum, entah itu bus AKAP, AKDP, atau Pariwisata? Jika pernah, Anda pasti tahu jika bus-bus itu tidak dilengkapi pintu di sisi pengemudi. Biasanya bus-bus zaman sekarang hanya dilengkapi dua pintu, yang dua-duanya ada di sisi kiri bus. Lalu kenapa tidak ada pintu di sisi kanan atau di sisi pengemudi bus?

Ternyata hal itu sudah diatur dalam Permenhub Nomor PM 29 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 98 Tahun 2013 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam Trayek.

Lebih lanjut, dalam lampiran Standar Pelayanan Minimal Angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Standar Pelayanan Minimal Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) Nomor 2 g6, dijelaskan bahwa a) Untuk mesin bus yang berada di belakang tidak ada pintu pengemudi dan b) Untuk mesin bus di depan, pintu hanya boleh digunakan teknisi.

Aturan tersebut diberlakukan untuk mendorong para pengemudi supaya lebih bertanggung jawab terhadap penumpang dalam mengoperasikan kendaraan. Adapun tanggung jawab yang dimaksud adalah, agar pengemudi tidak bisa kabur sesukanya saat bus mengalami kecelakaan.

“Dibuat seperti itu supaya driver tidak melarikan diri kalau ada laka. Tapi sebagian (bus) masih (pakai pintu pengemudi), tapi tidak ada handle-nya dari luar,” ujar Anthony Steven Hambali, owner PO Sumber Alam, Kamis (18/3/2021).

Peniadaan pintu bus pengemudi sebenarnya sudah diimbau sejak 2007 lalu melalui Surat Edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Departemen Perhubungan perihal Peniadaan Pintu Keluar Bagi Pengemudi.

Isi surat edaran tersebut, yakni:

1. Dalam rangka meningkatkan bentuk tanggung jawab pengemudi bus dalam mengemudikan kendaraannya sehingga dapat meningkatkan keselamatan dan keamanan penumpang, dengan ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut :

a. Dalam konstruksi rancang bangun dan rekayasa kendaraan bermotor dengan peruntukan sebagai mobil bus, pintu keluar bagi pengemudi ditiadakan dan keberadaan tempat keluar darurat (pintu dan/atau jendela) harus dimaksimalkan;

b. Pintu penumpang yang menggunakan sistem hidrolis untuk buka tutup harus dapat dibuka baik dari dalam maupun luar pada saat sistem hidrolis tersebut tidak berfungsi.

2. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, diharapkan Saudara dapat membantu mensosialisasikannya kepada anggota dan ke depan diharapkan setiap mobil bus produksi perusahaan-perusahaan karoseri telah melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud.

3. Demikian disampaikan untuk menjadi perhatian dan atas kerjasamanya diucapkan terima kasih.

By naruto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *