Begini Alasan Anies Kembali Perpanjang Masa PSBB Transisi Sampai 22 November

RAJAIDR – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memutuskan untuk kembali memperpanjang masa pembatasan sosial berskala (PSBB) transisi. Perpanjangan itu dilakukan selama 14 hari.

Anies mengatakan berdasarkan data-data yang ada, penyebaran COVID-19 di Jakarta saat ini sudah masuk kategori terkendali. Anies mengaku, dengan kembali memberlakukan PSBB transisi, pihaknya ingin terus tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Berdasarkan data-data epidemiologis selama penerapan PSBB Masa Transisi kali ini, kondisi wabah COVID-19 DKI Jakarta lebih terkendali dan menuju kategori aman. Justru sekarang harus makin waspada, jangan sampai karena melihat kondisi penularan melambat lalu jadi tidak disiplin,” ujar Anies melalui siaran pers PPID Pemprov DKI Jakarta, Minggu (8/11/2020).

Anies kemudian mengingatkan kepada bahwa penularan virus Corona masih ada. Karenanya, warga diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan melakukan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

“Ingat, masih terjadi penularan meskipun melambat. Jadi, harus tetap disiplin protokol kesehatan khususnya 3M,” ucapnya.

Berdasarkan data 14 hari terakhir, Pemprov DKI Jakarta menyebut terjadi penurunan kasus aktif COVID-19 sebesar 55,5 persen pada 12.481 pada 24 Oktober 2020 menjadi 8.026 pada 7 November 2020. Pada kasus terkonfirmasi positif juga mengalami pelambatan dalam 14 hari terakhir. Pelambatan itu terlihat pada persentase kenaikan kasus pada 7 November 2020 terjadi akumulasi kasus sebanyak 111.201, atau naik sebesar 9,8 persen dibanding dua pekan sebelumnya pada 24 Oktober 2020 sebanyak 100.220.

Menurut Anies, angka tersebut mengalami penurunan dibanding data sebelumnya yakni pada 10 Oktober 2020 terdapat 58.617 kasus, naik menjadi 100.220 pada 24 Oktober 2020 atau 14,57 persen.

“Dari data tersebut, terlihat bahwa peningkatan akumulasi kasus konfirmasi positif di DKI Jakarta setiap dua pekan menunjukkan tren penurunan yaitu 18,03% pada 26 September-10 Oktober, 14,57% pada 10-24 Oktober, dan 9,87% pada 24 Oktober-7 November 2020. Artinya, penularan masih ada di Jakarta namun melambat setiap dua pekan terakhir selama PSBB Transisi ini. Kami mengapresiasi masyarakat yang terus melaksanakan protokol kesehatan dengan 3M secara disiplin,” kata Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu mengatakan terjadi penurunan keterpakaian jumlah tempat tidur di rumah sakit rujukan COVID-19 di DKI. Anies mengatakan untuk tingkat keterisian tempat tidur di ruang ICU per 7 November 2020 sebesar 60 persen, dan tempat tidur isolasi sebesar 56 persen.

“Berdasarkan data tersebut, tingkat keterisian tempat tidur RS untuk perawatan pasien kasus terkait COVID-19 di DKI Jakarta sudah mencapai batas ideal,” imbuh Anies.

By naruto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *