Diabetes, Mengapa Berbahaya?

RAJAIDR – Termasuk salah satu dari jajaran penyakit kronis yang cukup banyak ditemui. DIABETES, menurut data Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), di tahun 2020 1 dari 25 orang dari 10 persen dari penduduk Indonesia mengalaminya. International Diabetes Federation (IDF) juga mengungkapkan bahwa Indonesia berada di urutan ketujuh dari 10 negara dengan jumlah pasien diabetes tertinggi.

Pada orang dengan diabetes, tubuh tidak menghasilkan cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin yang dimilikinya secara efektif. Akibatnya, jumlah gula dalam darah menjadi lebih tinggi dari yang seharusnya.

Diabetes bukanlah penyakit yang bisa diremehkan. Kondisi ini tak hanya memengaruhi gula darah, melainkan banyak organ penting lainnya. Diabetes yang tidak tertangani bisa menyebabkan komplikasi serius.

Komplikasi ini bisa bersifat jangka panjang, yang pastinya memengaruhi kualitas hidup. Berikut efek diabetes bagi tubuh dan cara mencegahnya, dirangkum Liputan6.com dari Medical News Today, Sabtu (30/1/2021).

Efek Buruk Diabetes bagi Tubuh

Sistem peredaran darah dan kardiovaskular

Kelebihan gula darah menurunkan elastisitas pembuluh darah dan menyebabkannya menyempit, menghambat aliran darah. Hal ini dapat menyebabkan suplai darah dan oksigen berkurang, meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan kerusakan pembuluh darah besar dan kecil.

Penderita diabetes juga cenderung mengembangkan masalah jantung yang lebih serius pada usia lebih dini. Komplikasi dari efek ini adalah serangan jantung, stroke, dan penyakit arteri perifer. Selain itu, sirkulasi yang buruk bisa memengaruhi kemampuan tubuh untuk sembuh saat ada luka atau infeksi. Ini karena suplai darah, oksigen, dan nutrisi yang rendah.

Kerusakan saraf

Neuropati, atau kerusakan saraf, adalah komplikasi umum diabetes. Neuropati dapat memengaruhi bagian mana pun dari sistem saraf. Bentuk yang paling umum adalah neuropati perifer. Hal ini menyebabkan nyeri dan mati rasa pada ekstremitas, khususnya kaki dan lengan.

Selain itu, hilangnya sensasi yang terjadi dengan neuropati dapat membuat seseorang lebih sulit untuk merasakan luka kecil. Dikombinasikan dengan sirkulasi yang buruk, ini dapat menyebabkan komplikasi yang parah. Misalnya, jika seseorang tidak melihat adanya lepuh di kaki mereka, infeksi dapat berkembang dan memburuk dengan cepat.

Ginjal dan sistem kemih

Seiring waktu, kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah di ginjal. Kerusakan ini mencegah ginjal menyaring limbah dari darah. Akhirnya, gagal ginjal bisa terjadi. Kondisi ini biasa disebut dengan nefropati diabetik.

Penglihatan

Diabetes meningkatkan risiko sejumlah masalah mata. Beberapa di antaranya dapat menyebabkan kehilangan penglihatan. Masalah jangka pendek termasuk penglihatan kabur, karena gula darah tinggi. Komplikasi jangka panjang meliputi glaukoma, retinopati diabetik, edema makula, dan katarak.

Sistem pencernaan

Kerusakan sistem saraf dapat memengaruhi fungsi tubuh otonom, termasuk pencernaan. Gastroparesis dapat terjadi ketika kerusakan saraf mengganggu kemampuan sistem pencernaan untuk memindahkan makanan dari lambung ke usus kecil. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan mual, muntah, refluks asam, kembung, sakit perut, dan penurunan berat badan yang intens.

Kesehatan seksual

Kerusakan terkait diabetes pada pembuluh darah dan sistem saraf otonom dapat berdampak negatif pada fungsi seksual dan kemampuan tubuh untuk mengirim dan merespons rangsangan seksual. Disfungsi ereksi tiga kali lebih mungkin terjadi pada pria dengan diabetes, dan dapat muncul 10–15 tahun lebih awal dibandingkan mereka yang tidak menderita diabetes.

Kesuburan

Diabetes dapat memengaruhi kesuburan baik pada pria maupun wanita. Penelitian yang muncul pada tahun 2009 menemukan bahwa anak perempuan yang menerima diagnosis diabetes tipe 1 sebelum usia 10 tahun lebih cenderung untuk mulai menstruasi lebih lambat. Ketidakteraturan menstruasi juga umum terjadi setelah menstruasi dimulai, dan menopause dapat dimulai lebih awal. Diabetes juga dapat menyebabkan komplikasi kehamilan

Penelitian dari tahun 2018 menemukan bahwa pria dengan diabetes tipe 1 dan tipe 2 cenderung memiliki kualitas sperma yang lebih rendah dan risiko kemandulan yang lebih tinggi.

Kulit

Ada hubungan antara diabetes dan berbagai kondisi kulit. Gejalanya bisa berkisar dari ringan hingga parah. Kondisi kulit yang biasa disebabkan oleh diabetes meliputi kulit kering, bercak kulit, infeksi, dermopati diabetik, yang melibatkan bercak bulat, coklat, dan bersisik.

Seseorang dengan kadar gula darah tinggi mungkin juga memiliki kadar trigliserida, atau lemak, dalam darah yang tinggi. Ini dapat menyebabkan xanthomatosis erupsi, ruam lesi kuning kemerahan. Kapalan, luka kaki, dan kulit kering juga bisa menimbulkan masalah. anpa perhatian, luka kaki bisa menjadi berbahaya, mungkin mengakibatkan perlunya amputasi.

Masalah metabolisme

Metabolisme adalah proses di mana tubuh mengubah nutrisi menjadi energi. Gangguan pada proses ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti ketoasidosis diabetik, sindrom metabolik, dan hiperglikemik hiperosmolar.

Ketoasidosis diabetik (DKA) terjadi ketika tubuh tidak dapat menggunakan glukosa untuk energi, sehingga lemak mulai rusak. Ini adalah komplikasi diabetes akut yang mengancam jiwa. Sindrom metabolik mengacu pada kumpulan kondisi dan gejala, termasuk diabetes, tekanan darah tinggi, dan obesitas. Sementara keadaan hiperglikemik hiperosmolar terjadi ketika gula darah sangat tinggi. Ini lebih sering terjadi pada diabetes tipe 2.

Kesehatan mental

Diabetes dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang dengan berbagai cara. Kekhawatiran tentang pengobatan, kesehatan, dan kemungkinan komplikasi dapat menimbulkan stres, kecemasan, dan depresi. Selain itu, saat seseorang merasa lelah, akan lebih mudah untuk melakukan kebiasaan buruk, misalnya tidak berolahraga.

By naruto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *