Fakta Gangguan Disosiatif Beserta Gejalanya

RAJAIDR – Gangguan disosiatif merupakan gangguan yang dapat membuat seseorang memiliki kepribadian ganda. Hal ini tidaklah dibuat-buat, namun merupakan murni pengaruh gangguan kesehatan mental. Orang yang menderita gangguan disosiatif tidak mampu untuk merekam kejadian yang baru saja terjadi bahkan pengidapnya benar-benar tidak bisa mengingat kejadian tersebut.

Oleh karena itu dia tidak bisa menyatukan puzzle kejadian dalam satu sistem, namun puzzle kejadian tersebut dapat memunculkan memori dan identitas yang sangat berbeda sehingga menyebabkan orang dengan gangguan disosiatif memiliki kepribadian ganda. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai gangguan disosiatif, yuk simak penjelasannya.

Apa Itu Gangguan Disosiatif

Gangguan disosiatif merupakan sebuah kelainan mental yang membuat penderitanya memiliki ingatan, pikiran, identitas, maupun tindakan tanpa adanya kontinuitas. Seseorang yang mengalami gangguan disosiatif harus segera mendapatkan penanganan karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Belum diketahui secara pasti apa penyebab gangguan disosiatif, namun diperkirakan bahwa gangguan ini terjadi akibat trauma pada masa silam terutama ketika masih kanak-kanak misalnya pelecehan seksual ataupun kekerasan fisik. Gangguan disosiatif ini merupakan sebuah respon yang muncul akibat trauma tersebut sehingga ada gejolak dalam tubuhnya untuk melakukan pertahanan diri.

Gejala Gangguan Disosiatif

1. Gangguan Identitas Disosiatif

Seseorang yang memiliki gangguan disosiatif akan mengalami transformasi identitas, maka dari itu sering disebut dengan orang berkepribadian ganda. Setiap identitas yang muncul memiliki rekaman otak tersendiri sehingga seakan-akan dia merasakan adanya kehadiran dua orang atau lebih yang dapat merasuki identitas dirinya sendiri. Ketika bertemu dengan pengidap gangguan identitas disosiatif maka akan terlihat perbedaan pada tingkah laku, suara, bahkan kebutuhan pribadi seperti misalnya kacamata. Amnesia disosiatif biasanya juga akan dialami oleh orang  dengan gangguan identitas disosiatif.

2. Gangguan Depersonalisasi

Gangguan depersonalisasi dapat terjadi pada beberapa waktu atau selama bertahun-tahun terjadi secara bergantian. Pada gangguan depersonalisasi, orang tersebut akan merasakan atmosfer dunia fana, dimana sesuatu yang terjadi terlihat tidak nyata dengan waktu yang berjalan lebih cepat atau lebih lambat. Jika ditafsirkan maka keadaan tersebut lebih terlihat seperti sebuah mimpi dimana dirinya tidak sepenuhnya berada di dalam jiwa dan bisa mengamati Tindakan ataupun pemikiran orang lain.

3. Gangguan Disosiatif Amnesia

Orang yang memiliki gangguan disosiatif amnesia dapat kehilangan ingatannya dalam tingkat parah bahkan sulit dijelaskan oleh kondisi medis. Dalam hal ini pengidap gangguan lupa akan informasi mengenai diri sendiri dan peristiwa juga orang-orang di sekitarnya. Secara spesifik dalam peristiwa tertentu gangguan disosiatif amnesia bisa saja kambuh. Durasi terjadinya bisa dalam hitungan menit, jam, ataupun lebih lama lagi.

Penanganan Gangguan Disosiatif

1. Terapi Keluarga

Keluarga maupun orang terdekat memegang peranan penting dalam kesembuhan penderita. Keluarga diharapkan dapat menjadi support system yang baik sehingga pengidap disosiatif akan termotivasi untuk bisa sembuh. Dalam proses terapi keluarga, yang ditekankan adalah pemberian edukasi sehingga ketika penderita kambuh keluarga bisa mengenali hingga akhirnya dapat membantu memberikan penanganan.

2. Psikoterapi

Output yang nantinya ditekankan pada psikoterapi ini bahwa penderita bisa menyatukan puzzle-puzzle kepribadian hingga menjadi suatu sistem kepribadian yang utuh. Dari hasil psikoterapi, harapannya penderita mampu menghadapi trauma yang selama ini selalu menghantui kehidupannya. Namun yang perlu diketahui bahwa trauma ini memakan waktu yang lama hingga bertahun-tahun, sehingga perlu adanya dukungan positif dan keinginan kuat dari dalam diri.

Pada dasarnya gangguan disosiatif merupakan gangguan kesehatan mental yang harus dengan sigap ditangani. Jika kamu sebagai orang terdekat dari penderita, usahakan untuk memberi dukungan penuh terhadap setiap perkembangan yang telah dicapai, karena hal tersebut akan menjadi sebuah motivasi hingga akhirnya melahirkan perubahan positif.

By naruto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *