Ikan Batu Paling Beracun di Dunia yang Lihai Berkamuflase Beserta 5 Faktanya

RAJAIDR – Apakah kamu tahu ikan apa yang paling berbahaya di dunia? Mungkin kamu akan menjawab hiu, piranha, dan berbagai jenis ikan predator lainnya.

Gak salah, karena beberapa jenis ikan predator tersebut memang dapat menyerang manusia dan membahayakan keselamatan. Namun selain itu, ada juga ikan berbahaya lain yang bernama ikan batu (stonefish) atau nama latinnya Synanceia verrucosa.

Ikan yang banyak hidup di perairan dangkal dan tropis Indo-Pasifik ini gak menyerang dengan cara menggigit atau mencabik mangsanya seperti hiu atau piranha, namun melalui semburan racun dari tubuhnya. Penasaran? Yuk, simak lima fakta mengenai ikan batu berikut!

1. Merupakan ikan paling beracun di dunia yang mematikan

Menurut berbagai sumber, ikan batu merupakan ikan paling beracun dari seluruh spesies ikan di dunia. Melansir My Animals, racun ini terkandung dalam duri dan kulit ikan tersebut. Racun ikan ini akan menyebabkan rasa sakit dan kelumpuhan yang tak tertahankan pada mangsanya. Jika gak ditangani tepat waktu, bahkan dapat membunuh individu tersebut. Racun yang dikeluarkan ikan ini juga bahkan dapat membunuh manusia dewasa.

Ikan batu memiliki sirip punggung yang berbentuk seperti jarum. Kelenjar beracunnya yang sensitif terhadap tekanan berada di dasar sirip ini. Pada sirip punggung tersebut, terdapat 13 duri tajam yang sewaktu-waktu dapat diangkat oleh ikan tersebut setiap kali mereka merasa terancam.

Mengutip laman Culture Trip dan Queensland Museum, serangan racun ikan batu pada manusia dapat menyebabkan efek fatal yang dapat segera dirasakan korbannya, dimulai dari bengkak dan rasa sakit yang menyiksa. Gejala ini kemudian berkembang pesat hingga menyebabkan kelumpuhan, nekrosis jaringan, dan bahkan gagal jantung.

Untungnya, saat ini sudah ada zat anti-racun yang mulai dikembangkan sejak akhir tahun 1950 dan dapat digunakan untuk pengobatan. Melansir National Geographic, orang yang terpapar racun ikan batu harus segera dibawa ke klinik atau rumah sakit terdekat. Hal ini karena racun tersebut dapat membunuh manusia dalam kurun waktu 2 jam tanpa perawatan.

Meski sangat beracun, ikan batu sebenarnya bukan merupakan ikan yang agresif. Ikan ini bahkan tergolong perenang yang lambat. Ikan batu gak akan menyerang manusia atau predator lain dengan racunnya kecuali jika mereka sedang merasa terancam. Mekanisme pertahanannya hanya aktif bila ada yang gak sengaja menginjaknya.

2. Sangat pintar berkamuflase

Ikan batu sering berkamuflase sehingga bentuknya mirip seperti batu. Menurut situs Oceana, ikan batu sangat ahli dalam berkamuflase dan dapat berbaur dengan sempurna dengan lingkungannya. Ikan ini hampir selalu duduk diam di dasar laut, di habitat terumbu karang, atau batu yang mereka sukai.

Warnanya sering terlihat mirip dengan batu atau terumbu karang. Beberapa individu ikan bahkan diketahui memiliki alga yang tumbuh di atasnya. Mengutip laman Culture Trip, ukuran ikan batu yang kecil yaitu antara 30-40 cm juga membuat mereka terlihat sangat mirip seperti batu atau bagian dari terumbu karang.

Dengan berkamuflase, ikan batu dapat mengecoh mangsanya sehingga mereka akan lebih mudah menyergap mangsa tersebut. Kamuflase ini juga memberikan mereka perlindungan dari predator. Mangsa, predator, dan manusia yang sedang menyelam akan kesulitan melihat mereka. Karena itu, gak sedikit orang yang gak sengaja menginjak ikan ini.

3. Ikan batu cenderung pasif dalam mencari makanan. Namun sekalinya mendapatkan mangsa, mereka mampu memangsa dengan sangat cepat

Melansir laman Oceana, ikan batu merupakan karnivora. Ikan ini memakan ikan-ikan di sekitar terumbu karang dan beberapa invertebrata yang hidup di dasar laut. Namun, ikan batu gak secara aktif mengejar mangsanya tersebut.

Ikan batu hanya akan menunggu mangsa-mangsa tersebut datang kepada mereka. Ikan batu sering kali menunggu mangsanya hingga berjam-jam dengan sabar, dan baru mulai menyerang mangsanya ketika sudah dekat.

Ikan batu memiliki rahang kuat dan mulut besar yang menciptakan begitu banyak tekanan. Dengan tekanan ini, ikan batu dengan mudah menyedot mangsanya dan kemudian menelannya secara utuh hanya dalam hitungan detik, bahkan secepat 0,015 detik saja!

4. Dapat tetap bertahan hidup di luar air hingga 24 jam

Mengutip laman Culture Trip dan The Odyssey Online, selama kondisi lingkungan di sekitarnya lembab, ikan batu dapat bertahan hidup di luar air hingga 24 jam. Dalam keadaan seperti itu, ikan batu akan menyerap oksigen melalui kulitnya.

Dengan begitu, mereka yang tinggal di wilayah pesisir Indo-Pasifik harus ekstra waspada ketika berjalan di pantai dan jangan sampai menginjak ikan ini.

Fenomena ini sering kali terlihat saat air laut surut, yang menyebabkan ikan batu menjadi berada di luar air laut. Meski begitu, acapkali ikan batu pada akhirnya akan mati lemas karena mengalami dehidrasi.

5. Ikan batu gak pernah merasa takut dengan kehadiran predator di sekitarnya

Ikan batu bukan merupakan predator puncak, artinya ikan ini tetap memiliki pemangsa atau predator yang sewaktu-waktu dapat mengancamnya. Namun, laman The Odyssey Online melaporkan bahwa ikan batu gak pernah sama sekali takut dengan kehadiran pemangsa potensial, meski sebanyak apapun pemangsa itu berada di dekatnya.

Para peneliti menduga bahwa ‘keberanian’ ikan batu ini disebabkan karena apapun makhluk yang mendekatinya, ikan batu akan dapat dengan mudah menyengatnya sampai mati.

Setidaknya, predator yang akan terlebih dahulu menyingkir setelah mengenali adanya ikan batu di sekelilingnya. Wah, hal ini jelas berbeda sekali dengan jenis ikan lain yang ketakutan bila bertemu pemangsa, bukan?

Nah, itulah tadi lima fakta mengenai ikan batu yang perlu kamu tahu. Apakah kamu sudah pernah mendengar tentang ikan ini sebelumnya, atau bahkan sudah pernah melihatnya secara langsung? Kalau sudah, share pengalamanmu di kolom komentar, yuk!

By naruto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *