KANKER Telah Mengintai Penduduk Kota Besar!

Polusi udara di kota-kota besar di dunia berpengaruh pada penurunan  kognitif anak, Alzheimer, dan kematian

RAJAIDR – Polusi menjadi salah satu masalah serius di Jakarta. Karena itu, gugatan warga terkait pencemaran udara di Ibu Kota dikabulkan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Relawan dan Konsultan Kesehatan Yayasan Alam Sehat Lestari, dr. Alvi Muldani mengatakan, polutan yang banyak menimbulkan masalah kesehatan yaitu particulate matter atau PM2,5. Menurutnya, PM2,5 itu ukurannya kecil tapi lebih berat dari polutan lain.

“Keberadaannya yang tidak disadari dan penyakitnya tidak spesifik membuat kita cenderung abai dengan polutan sebagai salah satu penyebab utama masalah kesehatan. Padahal ini bisa menyebabkan gangguan perkembangan janin, iritasi mata, dan saluran napas, kanker paru, penyakit otak degenerative,” ujar Alvi dalam acara webinar, Kamis (7/10/2021).

1. WHO nyatakan PM2,5 sebagai zat berbahaya penyebab kanker

Memahami PM 2.5 dalam Polusi Udara, Penyebab Kanker Hingga Serangan Jantung

Lebih lanjut, Alvi mengatakan, pada 2013 WHO menyatakan PM2,5 sebagai zat penyebab kanker. karena itu, pada 22 September 2021, WHO menaikkan batas standar kualitas udara.

Batas ambang batas baku mutu udara ambien untuk PM2,5 standarnya 15 mikrogram per meter kubik per hari, dan 5 mikrogram untuk batas rata-rata tahunan.

Di Jakarta, kata Alvi, per 7 Oktober 2021 tercatat kadar PM2,5 nya mencapai 26,9 ug/m3. Jumlah tersebut enam kali lipat standar tahunan WHO terbaru.

2. Alasan Anies tak banding putusan pengadilan soal polusi udara

Anies Terima Putusan Pengadilan Soal Polusi Udara

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk tidak banding atas putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait polusi udara di Ibu Kota. Utusan Khusus Gubernur DKI Jakarta untuk Perubahan Iklim Irvan Pulungan mengatakan, putusan tersebut sesuai dengan semangat pemprov dalam menangani polusi udara.

“Kita pandang ini gerakan warga yang demokratis,” ujar Irvan, Kamis.

Irvan mengatakan, sebelum adanya putusan, Pemprov DKI Jakarta juga sudah melakukan mediasi dengan penggugat. Menurutnya, mayoritas gugatan tersebut juga disepakati oleh Pemprov DKI Jakarta.

“Ternyata, dari pertemuan-pertemuan itu kita bicara di tataran yang sama, di kata dan bahasa yang sama. Itu menyebabkan 15 dari tuntutan yang diajukan penggugat kepada Pemprov DKI, kita temukan kesepakatan di 13 item,” katanya.

Irvan menerangkan, dua item yang tidak disepakati yakni mengenai pengelolaan sampah yang selama ini dilakukan DKI menggunakan inseminator. Pemprov DKI Jakarta meminta kepada penggugat untuk memberikan informasi, teknologi apa yang cocok digunakan untuk mengatasi masalah sampah di Jakarta.

Kemudian yang kedua, mengenai penghentian 6 proyek pembangunan tol. Pemprov DKI tak bisa menyepakatinya, karena itu merupakan proyek pembangunan strategis nasional.

Selain Anies, putusan soal polusi udara juga dijatuhkan kepada Presiden Joko “Jokowi” Widodo, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, hingga Gubernur Banten Wahidin Halim.

3. Jokowi ajukan banding putusan pengadilan soal polusi udara Ibu Kota

Jokowi Disebut Siap Patuhi Putusan Pengadilan soal Polusi

Berbeda dengan Anies, Jokowi dan para menteri mengajukan banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait polusi udara di Ibu Kota. Kuasa hukum para penggugat, Ayu Eza Tiara, mengatakan pengajuan banding sudah dilakukan pada Kamis (30/9/2021) atau hari terakhir masa pengajuan banding.

“Jangka waktu pengajuan banding 14 hari setelah putusan dibacakan dan itu terakhir kemarin,” kata Ayu dikutip dari ANTARA, Jumat (1/10/2021).

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan gugatan warga dan memvonis lima pejabat negara bersalah atas polusi udara di Ibu Kota. Kelima pejabat tersebut adalah Presiden RI, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, serta Gubernur DKI Jakarta.

By naruto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *