KAROSHI : KERJA TANPA CUTI MENUNGGU MATI

RAJAIDR Kematian karena kelelahan bekerja saat ini menjadi masalah kesehatan masyarakat terutama di Jepang dan Cina. Istilah Karoshi sendiri berasal dari Jepang dan memiliki arti sebagai “Meninggal karena kerja berlebihan” atau “overwork death”.

Penyebab kematian utama pada kasus karoshi adalah kematian mendadak akibat serangan jantung dan stroke karena stres, dan kelaparan sebab tidak mengonsumsi makanan.

Fenomena ini telah menyebar ke bagian lain dari Asia dan perah menjadi topik perbincangan hangat pasca PEMILU di Indonesia.

Hingga tulisan ini saya buat dan berdasarkan rilis Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indonesia pada tanggal 05 Mei 2019 lebih kurang 440 orang Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia dan 3.788 orang sakit serta harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Pro dan kontra muncul seiring dengan bertambah banyaknya orang-orang yang diberikan amanah menjaga suara rakyat dalam PEMILU ini “Meninggal”.

KPU menyatakan bahwa KPPS yang meninggal disebabkan karena kelelahan bekerja. Di sisi lain, banyak orang yang menduga ada sesuatu hal yang tidak wajar terkait banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia pada PEMILU tahun ini.

Atas dasar tersebut saya mencoba untuk memberikan gambaran terkait dengan apa yang sebenarnya terjadi pada pekerja yang mengalami Karoshi atau kematian karena kelelahan bekerja dan bagaimana kondisi ini dapat terjadi.

Apa itu Karoshi?

Karoshi merupakan istilah bahasa Jepang yang berarti kematian karena bekerja secara berlebihan. Istilah ini pertama kali muncul pada tahun 1969 dan para peneliti di Jepang mulai meneliti Karoshi sejak 1980 dalam rangka merespons peningkatan kasus gangguan mental pada para pekerja. Kondisi bekerja secara berlebihan ini akan menyebabkan penyakit kardiovaskular dan stroke.

Karoshi juga istilah yang digunakan pada orang-orang yang melakukan tindakan bunuh diri karena tidak sanggup menahan beban kerja secara berlebihan. Kondisi ini telah menjadi epidemik terutama di negara Jepang dan Cina dan memiliki hasil yang sangat buruk untuk penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular

Sebuah meta analisis besar yang dilakukan pada populasi pekerja dalam jumlah besar menunjukkan bahwa pekerja yang bekerja untuk waktu yang panjang memiliki risiko stroke dan juga penyakit jantung koroner yang lebih tinggi dibandingkan dengan pekerja yang bekerja pada waktu standar.

Stres yang muncul karena pekerjaan memiliki peran utama dalam onset terjadinya penyakit kardiovaskular.

Undang-undang di Jepang Tahun 2014 mendefinisikan Karoshi sebagai salah satu dari berikut:

  1. Kematian karena penyakit jantung serebrovaskular atau iskemik karena beban kerja berlebihan; atau
  2. Bunuh diri yang disebabkan oleh gangguan mental karena stres berat di tempat kerja; atau
  3. Penyakit jantung serebrovaskular atau iskemik karena beban kerja yang berlebihan atau gangguan mental akibat stres berat di tempat kerja (didefinisikan oleh timbulnya suatu kondisi penyakit dan tidak selalu mengarah pada kematian).

 

By naruto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *