Kini NATO Telah Perkuat Perbatasan Kosovo-Serbia yang Sekarang Kian Memanas

Kosovo Akan Membangun Militernya, Picu Konflik Baru di Balkan? Halaman all  - Kompas.com

RAJAIDR – Militer NATO terlihat menggerakkan kekuatannya ke arah perbatasan Kosovo-Serbia setelah perselisihan antara Pristina dan Belgrade semakin serius akibat pelat kendaraan. Pergerakan itu terjadi, Senin (27/9/2021), di mana Pasukan The Kosovo Force (KFOR) meningkatkan intensitas patrolinya guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Dikutip dari Reuters, memanasnya hubungan Kosovo-Serbia ternyata telah direspons secara militer terlebih dahulu oleh Serbia dengan menerbangkan pesawat jet tempurnya di dekat perbatasan kedua negara.

1. 5 ribu Prajurit NATO di Kosovo siap siaga

Detasemen Militer NATO di Kosovo dengan nama The Kosovo Force (KFOR) menjadi satu-satunya kekuatan militer paling efektif untuk mengimbangi kekuatan Serbia. Melansir Reuters, setidaknya terdapat 5 ribu Prajurit NATO yang ditugaskan di Kosovo demi mendukung penegakan keamanan dan mengawasi perdamaian Kosovo-Serbia yang terbilang sangat retak.

Terdiri dari 28 negara, kumpulan prajurit NATO di salah satu Negara Balkan tersebut adalah salah satu kontigen yang dipersenjatai dengan alutsista ringan. Dengan minimnya kekuatan tempur yang mereka miliki, KFOR terbagi menjadi lima brigade sebagai sebuah cara agar tidak memprovokasi Serbia.

2. Alutsista Serbia mulai memadati perbatasan Kosovo

Serbia kiranya sangat tidak senang dengan keputusan pemerintah Kosovo yang melarang pelat kendaraan asal Serbia untuk melintas di kawasan mereka. Presiden Serbia Aleksandar Vucic sudah menyuarakan ancamannya kepada NATO dan Kosovo bahwa Serbia akan “intervensi” apabila etnis minoritasnya di Kosovo terancam.

Satu minggu yang lalu militer Serbia diketahui telah meningkatkan level ancaman, di mana terlihat jelas berbagai alutsista tempur yang dimiliki Serbia memadati perbatasan Kosovo, seperti yang dilansir dari AP.

Helikopter dan jet tempur Serbia terpantau terbang rendah mengitari kawasan perbatasan sebagai bentuk pamer kekuatan. Lalu alutsista berat seperti tank dan beberapa kendaraan lainnya juga tidak lupa dikirimkan guna memperkuat pasukan perbatasan Serbia.

3. Ketegangan diawali perselisihan pelat kendaraan

Pergesekan hubungan antara Kosovo dan Serbia sebenarnya sudah lama terjadi. Namun, situasi semakin memanas setelah Parlemen Kosovo mengesahkan peraturan baru terkait pelat kendaraan.

Dilaporkan Reuters, Kosovo yang memperkenalkan peraturan baru atas identitas pelat sekarang melarang seluruh kendaraan berpelat Serbia untuk melintas di Kosovo. Sebagai gantinya pemilik pelat Serbia dapat menukarnya dengan pelat sementara (3 bulan) yang dibandrol sekitar 5 Euro atau setara dengan 83 ribu rupiah.

Merasa didiskriminasi oleh pemerintahnya sendiri masyarakat Kosovo beretnik Serbia mulai memblokade perbatasan Kosovo-Serbia sejak Senin (20/09) sebagai bentuk protes atas peraturan tersebut. Tidak tinggal diam pemerintah Serbia ikut membela aksi yang dilakukan sesama etnis mereka di Kosovo hingga intensitas hubungan semakin memanas.

By naruto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *