Mike Tyson Juara Tinju Dunia, Dari Kepemilikan 8 Hektare Ladang Ganja Awal 2018 Kini Menjadi 420 Hektare

RAJAIDR – Mike Tyson adalah juara tinju dunia kelas berat termuda sepanjang sejarah. Dia menjadi juara pada dalam usia 20 tahun 4 bulan, setelah meng-KO juara bertahan Trevor Berbick dalam laga di Las Vegas pada 22 November 1986. Tyson menutup karier pada tahun 2005 dengan rekor bertanding 50-6-2 no contest (44 KO).

Setelah pensiun dari ring tinju dunia, Mike Tyson menjalani berbagai peran: bintang film, pembicara publik, pembawa acara vodcast. Namun, kesuksesan terbesarnya dari segi keuangan adalah bisnis ganja.

Kini Mike Tyson meraih penghasilan besar dari bisnis ladang ganja. Memiliki perkebunan sejak setahun terakhir, dia bisa mengantongi Rp 7,1 miliar sebulan di awal 2018 lalu.

Terletak di California, Tyson memiliki ladang ganja seluas 80 ribu meter persegi. Ladang yang sekaligus menjadi pusat pengolahan ganja tersebut juga menyediakan fasilitas penginapan. Mantan juara dunia tinju kelas berat itu menamainya Tyson Ranch.

Sudah beroperasi selama sekitar setahun, bisnis tersebut mendatangkan keuntungan besar buat Tyson. Dikutip dari marketwatch, setiap bulannya Tyson bisa mengantongi Rp 7,1 miliar dari Tyson Ranch.

Bukan cuma jadi lahan bisnis. Seperti pernah diberitakan sebelumnya, Tyson bersama teman-temannya kerap mengisap ganja dalam jumlah sangat banyak. Per bulan yang dikonsumsi nilainya bisa mencapai Rp 569 juta.

Per 1 Januari 2018, California melegalkan penggunaan ganja untuk hiburan dan bersenang-senang. California menjadi negara bagian keenam di Amerika Serikat yang melakukan hal tersebut, yang membuat Tyson dan warganya bisa menjual ganja secara bebas namun tetap menggunakan izin.

Separuh area Tyson Ranch akan digunakan untuk dijadikan kebun yang menghasilkan tanaman ganja berkualitas tinggi. Selain itu di Tyson Ranch juga akan tersedia area camping eksklusif, toko persediaan, dan fasilitas-fasilitas lain terkait dengan pengembangan, penelitian, dan pemanfaatan ganja. Serta berencana memperluasnya hingga 169 haktare dengan membangun taman hiburan bertema ganja. Selain menanam, ia juga membeli ganja dari para petani.

Menurut The Sun, Bisnis ganja Tyson dilabeli Tyson Holistic. Ia tak hanya menjual daun dan ekstrak ganja untuk konsumsi, tapi juga menjual produk pengembangannya seperti CopperGel untuk meredakan ketegangan otot dan CBD (Cannabidiol) alkaline water untuk berendam.

Apa motivasinya hanya sekedar uang? Tyson membantah. Perusahannya juga giat melakukan riset. Tujuannya ialah mendapat senyawa ganja seperti THC (Tetrehydrocannabinol) dan CBD (Cannabidiol) berkualitas tinggi. Zat itu disebut-sebut bisa menekan gangguan psikosis atau kelainan kejiwaan yang ditandai dengan kegelisahan, paranoia, dan halusinasi.

“Saya berpikir tentang seberapa banyak kebaikan yang dapat saya lakukan dengan membantu orang-orang dengan ganja,” kata dia seperti dikutip The Sun, 20 Agustus 2019. Ia meyakini ganja bisa membantu mengurangi kecanduan pada kokain atau opium, yang disebutnya lebih berbahaya.

Sebanyak tujuh fakta unik terkuak seputar ladang ganja yang dikelola perusahaan Mike Tyson, Tyson Holistic.

Berikut tujuh fakta menarik seputar bisnis dan ladang ganja Tyson dikutip dari Weedmaps:

1. Rutinitas Tyson Dimulai Subuh

Tyson sudah bangun sejak awal sekali yaitu pukul 05.00 waktu setempat. Setelah membakar dan menghisap ganja, ia pergi ke kantor dan melakukan pengecekan ladang ganja mereknya.

“Sekitar jam lima pagi, Mike Tyson bangun, mengambil korek, membakar ganja, joging selama satu jam, mandi, mengenakan pakaian, mencium anak dan istri, dan sarapan. Setelah beberapa saat ia pergi ke kantornya,” ujar jurnalis majalah GQ, Alex Pappademas.

2. Ladang Ganja Seluas Hampir 420 Hektare

Ladang ganja Tyson seluas hampir 420 hektare yang terletak sekitar 177 kilometer di utara Los Angeles. Kota tersebut merupakan wilayah dari negara bagian California yang melegalkan penjualan ganja.

3. Lahan Ganja Dekat Wisata Air

Lahan ganja Tyson dekat dengan taman bermain wisata air. Pusat hiburan khusus water park itu disebut-sebut yang terbesar di dunia, mengalahkan BSR Cable Park di Waco, Texas.

Butuh sekitar satu jam untuk mengapung dengan pelampung atau ban dalam sungai wisata air tersebut. Kondisi itu dinilai ideal bagi para wisatawan yang sudah mengisap ganja merek Tyson Holistic.

4. Penanaman Diserahkan Pihak Ketiga

Ladang ganja tersebut tercatat atas nama perusahaan Tyson, Tyson Holistic. Namun, penanaman hingga perawatan kebun ganja diserahkan kepada petani lokal yang merupakan pihak ketiga.

Dengan demikian, kualitas ganja mereknya termasuk yang paling bagus karena terbebas dari gulma atau tanaman parasit. Ganja yang sudah dipanen kemudian dilabeli dengan merek perusahaannya.

5. Bebas Mengisap Ganja di Ladang

Setiap orang atau petani yang berada di ladang itu dibebaskan untuk mengisap ganja. Tempat mengisap ganja memang di atur hukum di negara bagian California sehingga tidak semua tempat diperbolehkan.

6. Serial Komedi Terkait Ladang Ganja Tyson Holistic

Segala aktivitas dan cerita menarik di ladang ganja Tyson mulai dilirik industri film. Kisah-kisah unik di sana kabarnya akan dibuat serial film bergenre komedi.

7. Perluasan Ladang Ganja

Perusahaan Tyson Holistic juga berencana melakukan perluasan ladang ganja demi menggenjot produksi. Tyson mulai mengincar lahan di dekat perbatasan negara bagian Floridan dan Georgia. Kendalanya adalah dua negara bagian itu belum melegalkan ganja.

 

By naruto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *