Mitos – Mitos Seputar COVID 19 yang Perlu Kamu Ketahui dan Jangan Mudah Terpercaya

RAJAIDR – Setelah menyebarnya pandemi COVID 19, informasi yang berkaitan tentang virus tersebut semakin banyak bertebaran, khususnya di berbagai lini media sosial. Tapi, tak semua informasi seputar pandemi COVID 19 yang tersebar telah teruji kebenarannya.

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan untuk tidak langsung mempercayai semua informasi yang diterimanya. Alangkah baiknya jika semua informasi yang diterima seputar virus corona dipastikan terlebih dulu kebenarannya ke sumber-sumber yang terpercaya dan kredibel. Pasalnya, informasi yang keliru justru bisa membahayakan diri sendiri maupun orang di sekitar.

Supaya tidak termakan informasi keliru atau hoax seputar pandemi COVID-19 yuk ketahui dulu mitos-mitos tentang virus tersebut. Beberapa mitos tentang virus corona yang sudah dikonfirmasi oleh badan kesehatan dunia (WHO), di antaranya:

1. Virus corona tidak bisa disembuhkan (MITOS)

 

Munculnya berita yang menyebut bahwa beberapa pasien di China kembali positif virus corona padahal sudah dinyatakan sembuh memang menimbulkan kekhawatiran di masyarakat, khususnya Indonesia. Tapi, jangan langsung percaya ya, soalnya hal tersebut hanyalah mitos belaka.

Nyatanya, sudah banyak pasien yang berhasil sembuh dari virus tersebut dan kembali beraktivitas normal usai menjalani serangkaian pengobatan serta perawatan. Hal ini membuktikan bahwa pasien yang positif virus corona bisa disembuhkan dengan penanganan yang cepat dan tepat.

2. Sinar matahari atau suhu panas dapat mencegah virus corona (MITOS)

Belakangan aktivitas berjemur di bawah terik sinar matahari cukup banyak dilakukan oleh sebagian besar masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Tujuannya adalah untuk memperlambat laju penyebaran virus corona. Tapi, hal tersebut ternyata hanyalah mitos belaka.

Meski berjemur di pagi hari baik untuk memenuhi asupan vitamin D di tubuh, tapi hal tersebut tidak terbukti efektif memperlambat laju penyebaran virus corona, lho. Bahkan hal tersebut sudah dibuktikan dari laporan kasus di beberapa negara yang memiliki suhu tinggi, seperti Arab Saudi.

3. Mengonsumsi minuman beralkohol dapat mengurangi risiko infeksi virus corona (MITOS)

Adanya informasi yang menyebut mengonsumsi minuman beralkohol bisa mengurangi risiko tertular virus corona (COVID 19) sudah dipastikan adalah mitos. Pasalnya, minuman beralkohol tidak bisa menghindari kamu terbebas dari infeksi virus corona.

Sebaliknya, mengonsumsi minuman beralkohol terlalu banyak justru bisa menyebabkan keracunan serta meningkatkan risiko masalah kesehatan lain, seperti tekanan darah tinggi, osteoporosis, gangguan ginjal, hingga penyakit jantung.

4. Penularan COVID 19 bisa terjadi melalui gigitan nyamuk (MITOS)

Sempat beredar kabar bila virus corona bisa disebarkan melalui gigitan nyamuk, tapi kabar tersebut tidak benar adanya. Hasil penelitian membuktikan, penularan dan penyebaran virus corona hanya terjadi melalui droplet (cairan) ketika sedang batuk, bersin, atau berbicara. Dan, tidak disebarkan atau ditularkan melalui cara lain, termasuk gigitan nyamuk.

5. Penyemprotan cairan disinfektan yang mengandung alkohol ke tubuh efektif membunuh virus corona (MITOS)

Saat pandemi COVID 19 kian merebak, banyak negara, termasuk Indonesia yang menggunakan cairan disinfektan untuk membunuh virus yang mungkin menempel di tubuh. Padahal, hal tersebut tidaklah benar. Selain itu, penggunaan bilik disinfektan (chamber) yang belakang ini marak disediakan di berbagai ruang publik juga tidak direkomendasikan oleh WHO. Sebab, penggunaan cairan disinfektan bersifat karsinogenik sehingga berbahaya ketika terhirup masuk ke dalam tubuh.

 

By naruto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *