Sering Dikira Restoran Ayam Goreng, Berikut 5 Fakta Holywings

Awal Mula Konsep Holywings Kelapa Gading Jakarta, Hingga Rencana Hotman  Paris dan Nikita Mirzani Tanam Saham - Jurnal Soreang

RAJAIDR – Holywings jadi sorotan setelah gerainya yang di Kemang disegel karena langgar aturan PPKM. Sebenarnya apa itu Holywings? Netizen sering menduganya sebagai restoran ayam goreng.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jakarta memang telah dilonggarkan, namun bukan berarti bar, restoran, atau kafe bisa buka sepuasnya. Mereka hanya diizinkan buka hingga pukul 21.00 WIB.

Aturan ini dilarang Holywings Kemang yang beroperasi hingga pukul 01.00 dini hari pada Minggu (5/9). Terlihat banyak pengunjung yang tengah menikmati live music, berkerumun di dalamnya.

Satpol PP DKI akhirnya putuskan membekukan izin operasional Holywings Kemang selama pandemi Corona. Pihaknya juga dikenakan denda sebesar Rp 50 juta.

Terungkap juga bahwa ini bukan kali pertama Holywings disegel karena melanggar aturan PPKM. Sebelumnya sudah ada pelanggaran pada Februari dan Maret 2021.

Melihat berita ini, Holywings pun jadi sorotan dan bahkan sempat jadi trending topic di Twitter. Sebenarnya seperti apa konsep Holywings? Menu apa saja yang ditawarkan bar dan restoran ini?

Berikut lima fakta soal Holywings yang dirangkum detikfood dari berbagai sumber:

1. Bermula dari kedai nasi goreng

Mengutip detikfinance (7/9) berdasarkan tayangan YouTube Holywings, Holywings dirintis oleh Ivan Tanjaya bersama Eka Setia Wijaya. Awalnya mereka mendirikan kedai nasi goreng bernama Kedai Opa di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Mereka menyewa ruko untuk berjualan nasi goreng, namun sayang bisnis kuliner mereka hanya bertahan 3 bulan karena tidak berkembang. “Tiga bulan gagal. Jadi dalam arti sebenarnya nggak gagal banget secara hasil tapi gagal untuk dikembangin. Jadi bulan pertama misal Rp 100 juta nih, bulan kedua Rp 70 juta, bulan ketiga Rp 50 juta,” kata Ivan.

Akhirnya Ivan dan Eka putuskan mengubah konsep bisnis mereka. Mereka menggandeng tiga rekannya untuk mendirikan Holywings pada tahun 2014 melalui PT. Aneka Bintang Gading. Mereka mengakui meniru konsep sebuah kafe di China yang menghadirkan pengalaman makan sambil mendengarkan live music.

2. Ada Holywings bar hingga club

Holywings Group memiliki enam brand dengan tiga utamanya berupa bar, klub, dan restoran. Lokasinya tak hanya di Jakarta, tapi juga di kota-kota besar lain seperti Medan, Surabaya, hingga Makassar.

Lalu ada juga Holywings Records yang merupakan label musik. Juga Holywings Store yang menjual aneka merchandise seperti kaos.

Tercantum di bio Instagram holywingsindonesia, keenam merek Holywings adalah Holywings Backyard, Holywings 24, Holywings Bar, Holywings Club, Holywings Store, dan Holywings Records.

3. Konsep Holywings Backyard Kemang

Holywings di Kemang bernama Holywings Backyard yang berlokasi di Jalan Kemang Raya Nomor 3, Jakarta Selatan. Holywings menyebut gerainya ini sebagai restoran barbecue. Pihaknya bekerja sama dengan chef Benjamin Leek dalam mengembangkan pilihan menu.

Beberapa pilihan menunya antara lain Mexican Beercan Chicken, Pulled Pork, BBQ Baby Back Pork Ribs, Beef Brisket, Bam-Bam Burger, hingga Tomahawk Steak seberat 1,1 kg.

Secara berkala chef Benjamin Leek akan bereksperimen membuat menu baru. Di bio Instagramnya ia menyebut diri sebagai BBQ Specialist. Head chef Holywings Backyard ini juga sering pamer momennya saat di dapur via Instagram.

4. Hotman Paris dan Nikita Mirzani, pemegang saham Holywings

Berkat kepopuleran bar dan restoran ini, dua publik figur, Hotman Paris dan Nikita Mirzani tertarik menjadi salah satu pemilik saham Holywings. Hotman mengaku butuh mencairkan empat depositonya untuk membeli saham Holywings pada Mei 2021.

Keduanya sepakat tak mau mengakui dana yang digelontorkan untuk membeli saham Holywings. “Kalau miliar iya pasti, tapi berapanya nggak bisa disebutin,” tutur Nikita seperti dikutip dari detikfinance (7/9).

Hotman menambahkan, yang jelas saham mereka tak lebih dari 50%. “Berapa persen? Pokoknya banyak dah (setengah ada?) Nggak sampai lah orangnya banyak gini,” kata Hotman Paris.

5. Sering dikira restoran ayam goreng

Dari berbagai perbincangan mengenai Holywings di media sosial, terungkap bahwa banyak netizen yang salah menduga Holywings sebagai restoran ayam goreng. Mereka tak tahu kalau Holywings lebih berkonsep seperti bar dan tempat hiburan malam.

Hal ini karena nama Holywings mirip dengan Wingstop, yaitu restoran yang menjual sayap ayam goreng sebagai menu utamanya. Unggahan @gentsemane soal ini (5/9) viral bahkan mendapat lebih dari 39 ribu tanda suka.

“Yang dulunya nyangka Holywings itu sebangsa Wingstop mana suaranya,” tulisnya. Banyak netizen kemudian memberikan balasan kocak.

“Saya, dan suka heran kenapa kawan2 saya kalo cerita abis ke Holywings berasa udah kek gagah banget gtu. Yaelah makan sayap pedes aja sombong batinku. Ternyata ku keliru,” @asamlambungnaek. Lalu ada juga @aGGnu yang bilang, “2017/2018 kalo ga salah, lewat Holywings, terdapat tulisan akan ada live alm Bung Glen Fredly disana.”

“Saya yang mengira kalo ini tempat sejenis Wingstop dll, dengan polosnya saya bertanya ke diri sendiri “Emang enak ya makan chicken wing sambil dinyanyiin Glen?,” ujarnya kala itu.

By naruto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *