Tercatat Sejarah, Berikut 10 Insiden Kabur dari Penjara yang Paling Terkenal (Part.2)

BACA SEBELUMNNYA

RAJAIDR – Saat seseorang terbukti bersalah melakukan kejahatan, maka ia pasti dihukum penjara. Bahkan, mereka yang divonis mati pun menunggu saat-saat terakhir di balik jeruji besi. Selain ketatnya penjagaan, lingkungan penjara yang keras membuat hidup para napi bak di “neraka dunia”!

Berbekal kelihaian mereka saat dulu berbuat jahat, para napi mencoba kabur dari penjara dengan cara apa pun. Sementara kejadian kabur dari penjara jarang, satu kejadian saja bisa membuat heboh seantero negeri! Bahkan, ada yang sampai dibuat ke film. Bukan main, inilah 10 kejadian kabur dari penjara paling terkenal!

6. Ronald Silva

Pada 2012, seorang napi pengedar narkoba, Ronald Silva, sempat berhasil melarikan diri dari penjara Penedo, Brazil. Caranya cukup menggelikan. Dibantu oleh istrinya, Silva mengenakan pakaian yang sudah ia bawa! Saat ditanya kenapa, istrinya pun tidak tahu kenapa Silva ingin pakaiannya.

Dengan kata lain, Silva harus menyaru sebagai seorang perempuan. Silva setuju saja. Ia mencukur rambut lengan dan kakinya, mengecat kukunya, memakai wig, lipstik, dan pakaian lengkap bersama sepatu haknya! Semuanya berjalan lancar, Silva melenggang keluar dan tak ada satu pun petugas penjara yang curiga.

Namun, saat Silva berjalan menghampiri kawan-kawannya di halte bus, seorang polisi melihat Silva kesulitan berjalan dengan sepatu hak. Curiga, sang polisi kemudian meringkus Silva, 30 menit setelah ia kabur. Meskipun gak jadi lolos, setidaknya taktik Silva cukup menipu!

7. Richard Matt dan David Sweat

Dua narapidana kasus pembunuhan, David Sweat dan Richard Matt, ditempatkan di Lapas Clinton, penjara kelas maksimum di New York. Setelah berbulan-bulan merancang taktik, pada Juni 2015, Sweat dan Matt siap untuk kabur.

Sebelumnya, kedua napi memang bekerja di tempat dengan akses ke peralatan, sehingga mudah bagi mereka untuk mendapatkan alat yang dibutuhkan. Selain itu, Sweat dan Matt berteman dengan seorang petugas penjara, Joyce Mitchell, dan membujuknya untuk menyelinapkan gergaji besi di daging hamburger beku!

Jadi, Sweat dan Matt menggergaji dinding baja, kabur saat subuh, dan meninggalkan boneka di tempat tidur sebagai tipuan. Awalnya, Joyce yang akan menjemput mereka untuk kabur. Namun, ia tak muncul, jadi kedua napi harus mencari akal sendiri. Polisi menghabiskan US$23 juta (sekitar Rp330 miliar) dalam usaha pencarian!

Tiga minggu setelahnya, Matt terlibat baku tembak dengan polisi dan wafat. Dua hari kemudian, Sweat berhasil tertangkap setelah sempat melawan dan dipindahkan ke Lapas Five Points. Joyce sendiri mengaku bersalah dan dihukum 7 tahun penjara. Pada Februari 2020 lalu, Joyce bebas bersyarat.

8. Roger J. Bushell

Stalag Luft III adalah penjara milik Nazi di Żagań, Polandia, yang digunakan selama Perang Dunia II (PD2) untuk menahan tahanan perang angkatan udara Sekutu. Pada Maret 1944, terjadi pelarian besar-besaran dari penjara tersebut. Insiden ini direncanakan oleh Roger J. Bushell di Kamp Utara, tempat para tentara AU Inggris berada.

Rencana Bushell adalah menggali tiga terowongan dalam nan panjang yang dijuluki TomDick, dan Harry. Jadi, bila satu ditemukan, masih ada dua terowongan lagi. Lebih dari 600 tahanan terlibat dalam rencana Bushell, sementara yang akan dibebaskan hanya 200!

Para 200 tahanan dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama terisi oleh napi yang dapat berbicara Bahasa Jerman dan pernah kabur dari penjara sebelumnya. Sebanyak 70 tahanan dipilih karena kontribusinya. Sementara, kelompok kedua dipilih oleh undian.

Pada malam hari, upaya kabur dimulai. Namun, terowongan tersebut ternyata lebih pendek dari perkiraan dan lubang keluarnya berada dekat dengan menara penjaga. Saat 76 tahanan berhasil naik, tahanan ke-77 ketahuan pada waktu subuh! Dari 76 tahanan yang kabur, 73 tertangkap.

Sebagai peringatan untuk tahanan perang lainnya, sang Führer, Adolf Hitler, memerintahkan untuk mengeksekusi lebih dari setengah tahanan yang kabur! Bushell sendiri sempat lolos, namun dibunuh oleh Gestapo.

9. Andrew Rodger, Keith Rose, dan Matthew Williams

Pada 1995, tiga napi kabur dari penjara Parkhurst, Inggris. Mereka adalah Andrew Rodger, Keith Rose, dan Matthew Williams. Karena ketiganya bekerja di divisi kerajinan besi di penjara, mereka mendapatkan peralatan yang cukup untuk memulai usaha mereka.

Dengan menghafal bentuk kunci utama milik sipir kepala Parkhurst, ketiga napi menciptakan duplikatnya agar bisa membuka semua pintu Parkhurst! Selain itu, mereka juga membuat pistol dan tangga setinggi 7,6 meter untuk kabur dari pagar Parkhurst. Cukup pandai, kan?

Setelah para petugas teralihkan perhatiannya, Rodger, Rose, dan Williams kabur lewat pintu belakang. Setelah melubangi dinding pagar Parkhurst, mereka kabur dengan tangga. Namun, empat hari kemudian, Rodger, Rose, dan Williams pun tertangkap lagi!

10. John Gerard

John Gerard (1564–1637) terkenal sebagai satu-satunya orang yang pernah melarikan diri dari kejamnya Menara London! Sebagai pendeta Yesuit di zaman Elizabeth I (1558–1603), Gerard dipenjara karena gencar menyebarkan agama Katolik.

Ditempatkan di Menara Garam di Menara London, Gerard diinterogasi dan disiksa untuk membeberkan lokasi persembunyian kelompok Yesuit-nya. Tetap teguh, Gerard akhirnya divonis mati! Sempat putus asa, salah satu rekan Gerard, Nicholas Owen, ternyata bersedia membantunya untuk kabur.

Para pengikut Yesuit dan rekan Gerard mendayung perahu ke parit Menara London. Dengan tali dan kebulatan tekadnya, Gerard berhasil mencapai perahu dan kabur dari Menara London! Selama 8 tahun kemudian, Gerard tetap di Inggris, sebelum kabur ke Roma hingga akhir hayatnya.

Itulah beberapa usaha kabur dari penjara yang terkenal. Meskipun beberapa tertangkap lagi, cara dan keberhasilan para napi mengelabui petugas penjara patut dikagumi karena menunjukkan besarnya tekad mereka untuk bebas. Namun, tetap jangan ditiru!

By naruto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *