Wabah Paling Mengerikan dalam Sejarah Selain COVID-19

RAJAIDR – COVID-19, bukanlah peristiwa yang baru dalam peradaban umat manusia. Di masa lalu banyak peristiwa wabah yang terjadi mengancam banyak jiwa.

Berikut rankuman peristiwa mematikan menurut RAJAIDR dari bebereapa sumber yang ada :

1. Wabah Antonine (165-180).

Wabah Antonine memiliki gejala diantaranaya seperti diare, batuk, demam, tenggorokan kering, dan memiliki papula merah.

Berdasarkan legenda yang ada, wabah ini terjadi karena seorang prajurit Romawi yang tanpa sengaja membuka peti emas di kuil Apollo, dan membebaskan wabah terkutuk dari segelnya yang mengakibatkan para dewa marah.

Wabah terkutuk tersebut mengakibatkan para tentara yang melakukan march dari Roma ke Mesopotamia di akhir tahun 165, mengalami sakit. Mereka yang terjangkit memiliki kulit dengan papula merah dan hitam yang akhirnya menjadi keropeng. Wabah pun menyebar ke seluruh Kekaisaran Romawi.

Para peneliti memperkirakan penyakit ini seperti cacar karena mereka yang telah terjangkit dan kemudian sembuh karena memiliki kekebalan tubuh yang baik.

2. Wabah Justinian (540-542).

Wabah yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis yang menyebar dan terus muncul dari waktu ke waktu di Asia, Eropa, dan Afrika selama bertahun-tahun setelah kemunculannya pada 541 M yang kemudian menewaskan jutaan orang.

Penularan wabah ini diyakini dibawa oleh kapal-kapal dagang yang penuh dengan tikus ketika berlayar ke Mesir. Lalu ditularkan dari tikus ke manusia melalui gigitan hingga mengakibatkan ruam nanah di tubuh yang terus menyebar,  umumnya ada di ketiak dan selangkangan, serta menyebabkan demam.

Procopius, seorang akademisi dari Yunani-Bizantium di masa tersebut menulis: “Itu dimulai dari orang-orang Mesir yang tinggal di Pelusium. Mereka terbagi-bagi. Sebagian pergi ke Alexandria dan seluruh Mesir, dan sementara yang lainnya ke Palestina, tetangga Mesir. Dari sana lah wabah kemudian mulai menyebar ke seluruh Bumi.”

3. Wabah Black Death (1347-1353).

Wabah yang menyebabkan sekitar 50 juta hingga 200 juta populasi di dunia meninggal. Bisa dibilang, Black Death merupakan wabah paling mematikan di dunia.

Wabah ini berasal dari bakteri Yersinia pestis yang terkandung dalam tikus sama seperti penyebab wabah Justinian pada 541 M .

Salah satu kota dengan dampak terparah dari wabah ini adalah Caffa yang berada di Laut Hitam, ketika dikepung oleh bangsa Mongol. Para tentara Mongol menggunakan jasad prajuritnya yang mati terkena wabah untuk dilemparkan ke dalam kota.

Para ilmuwan menganggap, wabah ini seperti COVID-19 yang berasal dari Asia. Ia bermula dari Hubei pada 1334, kemudian menyebar hingga ke Eropa melalui jalur dagang yang dilalui orang-orang Mongolia ke Eropa.

4. Flu Spanyol (1918-1920).

Sepertiga populasi Bumi, terinfeksi virus H1N1 karena wabah ini, salah wabah terburuk dalam sejarah umat manusia yang menewaskan sekitar 50 juta orang di bumi.

Para peneliti pun masih belum dapat menentukan secara tepat mengenai penyebab virus yang bisa mengakibatkan kematian ini. Penyakit ini diyakini pertama kali muncul di sebuah rumah sakit tentara Inggris di Étaples, Prancis, selama Perang Dunia I pada tahun 1916. Influenza yang parah ini dengan mudah menyebar ke parit persembunyian tentara Perang Dunia I yang dingin dan basah, hingga selanjutnya menjangkau seluruh dunia.

5. HIV/AIDS (2005-sekarang).

Puncak wabah HIV/AIDS terjadi di tahun 2005 hingga 2012. Diduga berasal dari Kongo, ketika virus ditularkan dari simpanse ke manusia pada 1920. Pada 1981, ditemukan kasus HIV/AIDS di Amerika Serikat yang diidap oleh pria gay dan pengguna heroin.

Menurut UNAIDS, diperkirakan 36 juta orang telah meninggal karena tanda-tanda penyebab AIDS. Yang terparah terjadi di kawasan Sub-Sahara Afrika, terhitung ada 2,7 juta orang terinfeksi HIV, dan 2 juta orang meninggal akibat AIDS.

Demikianlah rangkuman wabah paling mematikan dalan sejarah menurut RAJAIDR.

By naruto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *