5 Tips Merawat Pengidap Talasemia

Awas, 5 Penyakit Ini Bisa Ditularkan Lewat Transfusi Darah : Okezone  Lifestyle

RAJAIDR – Talasemia atau thalassemia adalah kelainan darah bawaan yang disebabkan ketika tubuh tidak membuat cukup protein yang disebut hemoglobin, bagian penting dari sel darah merah.

Kabar baiknya, pengobatan untuk talasemia telah meningkat secara dramatis dan pasien dapat memiliki hidup yang berkualitas. Namun, di sisi lain tak sedikit pasien yang meninggal dunia sebelum waktunya atau mengembangkan komplikasi yang sebetulnya bisa dicegah.

Ada dua jenis talasemia, yaitu talasemia alfa dan talasemia beta, yang masing-masing memiliki beberapa kategori dengan gejala yang berbeda-beda. Seseorang yang diduga memiliki talasemia perlu melakukan tes darah untuk mengetahui secara detail jenis talasemia yang dimiliki. Hasil tes tersebut kemudian digunakan untuk membuat rencana pengobatan.

Memiliki anggota keluarga dengan talasemia butuh perhatian ekstra agar kondisi pengidapnya tidak melemah. Gaya hidup sehat dan seimbang penting dengan talasemia untuk mengelola kondisinya. Berikut ini akan dibahas tips merawat anggota keluarga yang mengidap talasemia.

1. Memastikan penderita talasemia mendapatkan vaksin sesuai dengan rekomendasi dokter

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menganjurkan agar pasien talasemia, baik anak-anak maupun orang dewasa, mendapatkan vaksinasi sesuai rekomendasi dokter. Ini karena kondisi imun pasien yang lemah, sehingga lebih rentan terkena penyakit.

Seperti dijelaskan di laman UCSF Benioff Children’s Hospital, pasien yang akan melakukan operasi pengangkatan limpa (splenektomi) direkomendasikan harus sudah divaksinasi meningokokus, Haemophilus influenzae type B (HiB), dan pneumococcal conjugate vaccine (PCV).

2. Menyiapkan asupan gizi yang cukup

Merangkum presentasi dari UCSF Benioff Children’s Hospital dan Children’s Hospital Oakland Research Institute pada Juli 2016, pasien dengan talasemia berisiko tinggi mengalami kekurangan vitamin D, C, dan zink. Ini karena kadar zat besi di dalam darah meningkat dan merupakan efek samping dari terapi kelasi besi. Meningkatnya kadar zat besi di dalam darah mengakibatkan ketidakseimbangan antara jumlah radikal bebas dengan antioksidan di dalam tubuh.

Pasien talasemia dianjurkan untuk mengonsumsi vitamin atau suplemen tambahan di samping asupan gizi yang cukup, guna meningkatkan imunitas tubuh. Namun, perlu diingat, suplemen atau vitamin tambahan yang nantinya dipilih tidak mengandung zat besi.

Beberapa contoh asupan menu yang sesuai untuk pasien talasemia antara lain: telur dengan alpukat, oatmeal dengan buah cranberries atau susu almon. Contoh menu lainnya termasuk pasta berbahan gandum utuh dengan brokoli dan keju feta.

3. Menjaga kesehatan mental pasien

Merujuk pada laporan dalam jurnal Depression Research and Treatment tahun 2017, tingkat kecemasan dan gejala depresi pada pasien talasemia lebih tinggi dibanding orang-orang yang sehat.

Beberapa penyebab tingkat kecemasan yang tinggi antara lain rasa takut menghadapi kematian, cemas memikirkan anggota keluarga, dan transfusi darah yang harus dilakukan berulang kali.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memberikan dukungan moral kepada pasien talasemia:

  • Mengingatkan jadwal transfusi dan/atau terapi
  • Menawarkan untuk memberikan tumpangan atau menemani pasien ke klinik atau rumah sakit
  • Sebisa mungkin membantu pasien untuk memiliki aktivitas yang normal
  • Dengan bantuan dari psikolog, pasien talasemia bisa diajari cara mengatasi stres dan kecemasan secara sehat
  • Melakukan konseling genetik untuk mendeteksi dan menyiapkan strategi apabila nantinya pasien berencana memiliki anak
  • Orangtua yang memiliki anak dengan talasemia dianjurkan untuk berdiskusi dengan tim medis untuk membahas prognosis anak di kemudian hari

4. Memastikan pasien talasemia rutin melakukan cek kesehatan dan pengobatan secara teratur

Sangat penting bagi pasien talasemia untuk melakukan tes kesehatan sekaligus mengikuti jadwal terapi dan transfusi yang sudah ditetapkan.

Dilansir Cleveland Clinic, tes rutin seperti pemeriksaan darah lengkap, kadar zat besi, serta memeriksa fungsi hati dan jantung perlu dilakukan untuk memastikan kondisi pasien dalam keadaan baik.

Pasien dengan talasemia berat atau akut bisa memiliki harapan hidup yang lebih lama apabila mengikuti protokol pengobatan seperti transfusi darah dan terapi kelasi zat besi sesuai anjuran tim dokter.

Terapi kelasi zat besi sangat penting untuk mencegah kadar zat besi di dalam tubuh berlebihan. Kadar zat besi yang terlalu tinggi dalam darah dapat menyebabkan penyakit jantung. Dokter juga mungkin akan menyarankan transplantasi tulang sumsum atau operasi untuk membetulkan tulang rangka pasien.

5. Hindari memelihara hewan di rumah

Mengingat kondisi imun tubuh pasien talasemia cukup lemah, sebaiknya hindari memiliki hewan peliharaan di rumah yang terlalu banyak atau berbahaya, misalnya yang bisa menggigit.

Mengutip Guidelines for the Clinical Management of Thalassemia: 2nd Revised edition, risiko terkena sepsis akibat bakteri Capnocythophaga canimorsus tinggi terutama lewat gigitan dari binatang peliharaan. Infeksi bakteri tersebut bisa karena gigitan anjing atau kucing.

Itulah lima tips untuk merawat anggota keluarga yang mengidap talasemia. Sangat penting bagi pasien untuk mengikuti jadwal pengobatan atau terapi yang sudah ditetapkan oleh dokter. Selain itu, anggota keluarga juga perlu memberikan dukungan moral supaya pasien tidak merasa kecil hati dan sedih. Bila perlu, minta bantuan psikolog untuk memberikan konseling kepada pasien maupun anggota keluarga lainnya.

By naruto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *