6 Zat Ini Kerap Ditambahkan untuk Memenuhi Nutrisi pada Bahan Pangan Loh!!!

Sistem Manajemen Keamanan Pangan Berdasarkan ISO 22000:2018 - Synergy  Solusi Indonesia

RAJAIDR -Kadang-kadang, kandungan nutrisi pada bahan pangan tidak memenuhi kebutuhan tubuh kita sehari-hari. Karena itu, beberapa produsen memberi zat tambahan untuk mengimbangi kebutuhan nutrisinya. Ini disebut dengan fortifikasi.

Karena itu, kamu harus cermat membaca label kemasan makanan. Dengan demikian, kamu tahu zat apa saja yang ditambahkan dan apakah itu memang diperlukan oleh tubuhmu. Berikut beberapa zat tambahan pada bahan pangan seperti dikutip dari buku “Cantik, Langsing Berkat Super Food” oleh majalah Fit.

1. Glukosamin dan kondroitin

Biasanya, kedua kandungan tersebut ditambahkan bersama-sama ke dalam produk susu olahan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesehatan tulang dan sendi.

Glukosamin adalah senyawa gula amino yang berperan penting dalam pembentukan dan perbaikan tulang rawan. Kondroitin merupakan zat yang berperan dalam perbaikan kerusakan sendi dan meningkatkan cairan synovial yang terdapat pada rongga antarsendi.

2. Kalsium

Kamu tentu sudah tidak asing dengan kandungan nutrisi ini. Di masyarakat, kalsium memang identik dengan susu.

Ternyata, para ahli pun meyakini bahwa kalsium terbaik untuk kesehatan tulang adalah kalsium alami dari susu. Kalsium susu lebih mudah diserap tubuh dibandingkan kalsium dari sumber lainnya.

3. Zat besi

Ketersediaan zat besi dalam makanan, umumnya rendah. Karena itu, kekurangannya disiasati dengan menambahkan kandungannya ke dalam beberapa jenis makanan.

Contoh yang paling mudah kamu temui adalah garam, gula, kecap, tepung terigu, hingga sereal. Bahkan, mie instan juga memiliki tambahan zat besi lho!

4. Fitosterol

Dikutip dari situs Farsigama UGM, fitosterol adalah kolesterol rantai pendek yang berfungsi sebagai penghadang kolesterol jahat. Ia biasa disebut dengan kolesterol HDL (High Density Lipoprotein) atau kolesterol baik.

Mengapa disebut sebagai kolesterol baik? Ini karena ia punya fungsi mengikis dan membuang kolesterol jahat yang menyumbat pembuluh darah dan menggiringnya kembali ke hati untuk diproses dan dilenyapkan.

FItosterol adalah sejenis lemak yang berasal dari nabati. Zat ini sangat baik dikonsumsi oleh penderita hiperkolesterolemia.

Kandungan tersebut dinilai mampu membantu menurunkan penyerapan kolesterol dalam tubuh. Caranya adalah meningkatkan ekskresi kolesterol melalui feses. Fortifikasi fitosterol dapat ditemui dalam produk margarin.

5. Omega 3

Jika dikomparasikan dengan omega 6, jumlah omega 3 dalam makanan sehari-hari memang lebih terbatas. Jangan heran jika banyak produk yang diperkaya asam lemak tersebut.

Susu, biskuit, dan minyak goreng adalah beberapa produk pangan yang mengandung zat ini. Omega 3 sendiri bemanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol total dengan menurunkan LDL (kolesterol jahat) dan meningkatkan HDL (kolesterol baik).

6. Probiotik

Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang membantu meningkatkan kesehatan dengan cara memperbaiki keseimbangan mikroflora di usus. Probiotik dapat mencegah berbagai penyakit di saluran pencernaan, seperti sembelit, diare, dan kanker usus.

Beberapa jenis bakteri yang tergolong probiotik adalah bifidobacterium, lactobacillus, dan eubacterium. Kandungan probiotik biasanya ditambahkan pada susu sapi, susu fermentasi, dan keju.

Itu dia deretan zat yang biasanya ditambahkan pada bahan pangan. Jika kamu sedang berdiet atau memiliki kondisi kesehatan yang spesifik, tentunya hal-hal tadi harus kamu perhatikan.

By naruto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *