7 Alasan Kamu Tidak Perlu Memakai Smartwatch

Cara Menggunakan Smartwatch dengan Fitur Fungsionalnya | BukaReview

RAJAIDR – Smartwatch makin berkembang dari tahun ke tahun, disamping menjadi makin populer dengan digunakan oleh semakin banyak orang. Kendati demikian, smartwatch hingga kini masih jadi sekadar aksesoris pelengkap dan belum di titik di mana wajib untuk digunakan sebagai pendamping atau bahkan pengganti smartphone.

Benar memang jika di beberapa situasi, smartwatch bisa sangat membantu, seperti untuk mendapat notifikasi dari aplikasi tertentu, menerima atau membuat panggilan dan mengakses banyak aplikasi lainnya. Akan tetapi terlepas dari itu, smartwatch pada dasarnya merupakan perangkat yang masih belum begitu dibutuhkan. Berikut 7 alasan mengapa kamu tidak perlu menggunakannya.

1. Harga terlalu mahal

Smartwatch populer dari brand-brand besar umumnya dibanderol di harga Rp3-4 jutaan. Itu harga yang termasuk murah jika dibandingkan jam tangan biasa yang bisa punya harga puluhan atau bahkan ratusan juta, namun jadi terlihat mahal jika dibandingkan dengan smartphone.

Untuk harga yang sama, kamu bisa mendapat smartphone mid-range dengan layar yang lebih besar, spesifikasi lebih bagus, fitur lebih lengkap dan banyak lagi. Smartwatch memang punya fungsinya sendiri, namun jika melihat dari apa yang ditawarkan dengan harga yang dipatok, smartwatch masih belum di titik selayak beli smartphone.

2. Butuh mengisi daya setiap hari

Beberapa smartwatch butuh diisi daya tiap satu atau dua hari sekali. Hal tersebut dapat dimaklumi mengingat fitur-fitur yang dimiliki smartwatch memang selalu aktif. Namun, daya tahan baterai yang “boros” itu dapat dijadikan pertimbangan, terlebih jika smartwatch yang bakal dibeli, direncanakan untuk menggantikan smartwatch tradisional.

Mengapa? Sebab jika sampai lupa mengisi daya, maka smartwatch akan mati dan tidak bisa digunakan sama sekali, termasuk untuk hal-hal sederhana seperti menampilkan jam atau waktu. Untuk itu, ada baiknya untuk lebih memilih smartband yang punya daya tahan baterai awet, yang akan dibahas di poin berikutnya.

3. Ada smartband atau fitness tracker yang lebih terjangkau

Smartwatch merupakan jam tangan pintar yang juga bisa digunakan sebagai pelacak olahraga, namun ada perangkat lain yaitu smartband atau fitness tracker yang lebih difokuskan sebagai perangkat pelacak olahraga. Selain lebih terfokus pada satu fungsi, smartband juga jauh lebih terjangkau dan seperti yang disebut di poin sebelumnya, punya daya tahan baterai yang sangat awet.

Jika smartwatch hanya bisa bertahan selama sehari atau dua hari, smartband bisa bertahan hingga 30 hari dalam satu kali pengisian daya. Itu angka yang fantastis untuk perangkat yang sama-sama bisa digunakan sebagai alat pelacak kesehatan dan yang paling penting, juga bisa menampilkan waktu.

4. Kurang nyaman jika digunakan untuk menelepon

Benar memang jika teknologi smartwatch terus berkembang dan jadi lebih baik dari tahun ke tahun, namun hingga kini belum di titik, di mana smartwatch jadi bisa nyaman untuk digunakan menelepon. Hampir semua smartwatch saat ini telah dibekali speaker untuk melakukan hal seperti menelepon, tapi itu terasa percuma karena akan sangat terlihat aneh untuk melakukan panggilan dengan smartwatch di telinga.

Satu-satunya cara paling sederhana untuk melakukan panggilan adalah via smartwatch adalah dengan headset bluetooth. Ini lebih rumit dibanding smartphone yang tidak membutuhkan bantuan alat apapun untuk melakukan panggilan dengan nyaman.

5. Masih membutuhkan smartphone

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, banyak orang yang mengira jika setelah membeli smartwatch, mereka bisa meninggalkan smartphone mereka di rumah dan mengandalkan smartwatch saja. Benar memang jika beberapa smartwatch saat ini telah memiliki slot kartu SIM, namun sebagian besar tidak, sehingga mau tidak mau, pengguna harus tetap membawa smartphone mereka untuk melakukan hal seperti menelepon. Tidak hanya perihal menelepon, mayoritas aplikasi pada smartwatch juga tidak diinstal atau digunakan tanpa tersambung dengan aplikasi yang ada di smartphone.

6. Fungsi terbatas karena layar yang kecil

Layar pada smartwatch makin membaik dari setiap generasinya, di mana resolusi menjadi lebih tajam dan panel yang digunakan menjadi lebih baik. Sayangnya, karena form-factor yang minimalis dan ukuran layar yang kecil, terdapat keterbatasan.

Mengetik di smartwatch tidaklah nyaman, sehingga tak heran jika sebagai besar aplikasi, bergantung pada perintah suara untuk navigasi. Selain itu, mayoritas notifikasi yang ditampilkan pada smartwatch juga memberi informasi yang tidak lengkap, sehingga perlu mengecek langsung ke smartphone, jika ingin mendapat informasi dengan lebih jelas dan lengkap.

7. Sebagian besar smartwatch tidak sepenuhnya tahan air

Beberapa smartwatch yang dijual di pasaran saat ini, dijual sebagai produk yang “waterproof” atau tahan air. Padahal sama seperti smartphone, smartwatch yang tahan air hanya bisa bertahan di kedalaman tertentu untuk waktu yang juga tidak lama.

Karenanya, penting untuk mengecek terlebih dahulu spesifikasi lengkap dari smartwatch yang ingin dibeli dan melihat rating tahan air apa yang diusung. Sebab, sebagian besar smartwatch tidak dirancang untuk tahan terhadap air asin atau air laut, yang notabene berbanding terbalik dengan smartwatch tradisional yang umumnya dirancang untuk bisa dibawa berenang atau menyelam di laut.

Itulah tadi ulasan mengenai beberapa alasan mengapa kamu tidak perlu menggunakan smartwatch. Bukan berarti smartwatch itu buruk, namun selalu pastikan jika smartwatch yang bakal kamu beli menyediakan fitur-fitur yang akan sering kamu gunakan.

By naruto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *