7 Kebal Serangan Hacker Serta Jaga Privasi Saat Berselancar di Dunia Maya

Elements of BC Hydro grid could be vulnerable to hackers: auditor general |  Globalnews.ca

RAJAIDR – Privasi kini menjadi hal yang semakin sulit dilindungi. Sebab, batas antara dunia nyata dan maya kian kabur. Terlebih di masa pandemik yang mengharuskan segala aktivitas dilakukan secara online.

Bukti sederhananya adalah coba cari namamu sendiri di mesin pencarian. Tak perlu usaha lebih, hanya berbekal nama, kamu bisa mendapatkan beragam data pribadi. Mulai dari email, akun media sosial, institusi tempatmu bekerja, tanggal lahir, hingga siapa saja teman-temanmu.

Bagi banyak orang, ini mungkin terdengar seperti masalah yang sepele. Akan tetapi, dari sinilah kejahatan siber atau cyber crime bermula. Mulai yang paling sederhana seperti pembobolan akun, jual beli data secara ilegal, penipuan, pencurian identitas, hingga bahkan penculikan semakin sering terjadi.

Kamu pasti gak mau jadi salah satu korban kejahatan siber ini, kan? Agar privasimu lebih terjaga di dunia maya, yuk lakukan upaya pencegahan berikut ini!

1. Pastikan kamu pakai password yang aman dan sulit ditebak

Apakah kamu menggunakan tanggal lahir sebagai password akun media sosial? Atau jangan-jangan, kombinasi angka itu pula yang menjadi kata sandi untuk smartphone, email, e-wallet, hingga akun bankmu? Jika iya, cepat ambil smartphone kamu dan ganti sekarang juga.

Password merupakan proteksi lapisan pertama yang bisa melindungi privasimu di dunia digital. Oleh karena itu, kamu harus memakai kombinasi karakter yang kuat dan sulit ditebak. Jika hanya berupa tanggal lahir, orang lain bisa mendapatkan informasi tersebut di media sosial, lho. Bukan tidak mungkin jika akunmu nantinya terbobol oleh orang lain.

Risiko terbesar jika kamu tak berhati-hati dengan password adalah pencurian data. Oknum tak bertanggung jawab bisa masuk dengan mudah ke akunmu dan mengambil alihnya. Sering kali, hal ini berujung pada penipuan yang mengatasnamakan dirimu.

2. Jangan membuka link yang tidak jelas dan mencurigakan

“Selamat! Nomor kamu mendapatkan hadiah uang 50 juta dari PT XXXX!! Segera klik www.penipuulung.blog.id.xxx untuk klaim hadiahnya!”

Kamu pasti pernah menerima pesan seperti itu baik lewat email maupun SMS, kan? Tentu mayoritas dari kamu mengabaikannya karena tahu bahwa itu adalah penipuan. Namun, sebagai imbauan, jangan pernah klik link yang ada di pesan-pesan tersebut, ya. Apalagi jika pengirimnya tidak jelas dan mencurigakan.

Ini merupakan tipu muslihat yang sering digunakan agar kamu secara “sukarela” menyerahkan data pribadi kepada mereka. Umumnya, link tersebut akan mengarahkanmu untuk mengisi nama, alamat, data bank, dan informasi pribadi lainnya. Dalam dunia digital, penipuan ini disebut sebagai phishing.

Jika perintah itu dituruti, datamu akan diambil dan digunakan secara tidak bertanggung jawab. Misalnya untuk mengambil pinjaman online, menipu orang lain, dijual ke hacker, dan berbagai hal ilegal lainnya.

3. Hindari membuka akun-akun pribadi ketika pakai WiFi publik

Siapa sih yang gak senang ketika datang ke tempat-tempat yang menyediakan WiFi gratis? Bahkan sering kali, kamu sengaja mencari kafe, restoran, hingga taman dengan fasilitas tersebut agar kebutuhan koneksi internet tercukupi.

Akan tetapi, ada fakta pahit tentang WiFi publik yang harus kamu tahu. Jaringan ini umumnya tidak terenkripsi sehingga rentan akan serangan hacker, malware, virus, worm, phishing, dan berbagai kejahatan siber lainnya. Kenapa demikian?

Ternyata, hacker dapat menyusupkan dirinya di antara perangkat dengan router WiFi yang tidak terenkripsi. Ketika kamu mengakses internet menggunakannya, oknum tak bertanggung jawab ini bisa melihat aktivitasmu alias menyadap. Akun-akun pribadi yang kamu akses pun menjadi sasaran empuk mereka.

4. Lebih baik, pakai internet pribadi yang terjamin keamanannya

WiFi publik memang gratis, tapi seperti yang disebutkan sebelumnya, ada risiko yang bisa kamu hadapi ketika memakainya. Itulah kenapa sebaiknya kamu menggunakan koneksi internet pribadi yang lebih aman dan bebas ancaman.

5. Download antivirus untuk perangkatmu

Gak kalah penting dari menggunakan internet pribadi, kamu disarankan untuk mengunduh antivirus sebagai lapisan proteksi berikutnya. Jangan salah, aplikasi atau software ini tidak hanya melindungimu dari malware, tapi juga spyware dan risiko pelacakan oleh hacker. Ada banyak antivirus yang bisa kamu gunakan, sesuaikan saja dengan kebutuhan dan preferensi.

6. Pastikan selalu install aplikasi yang kredibel

Berikutnya, kamu juga harus benar-benar cek aplikasi yang terpasang baik di smartphone, laptop, dan gadget lainnya. Jangan install aplikasi yang tidak jelas developernya karena mereka berisiko disusupi oleh malware dan ancaman siber lainnya.

Tempat download aplikasi pun harus dipertimbangkan. Pastikan kamu mengunduhnya dari sumber yang kredibel, seperti situs resmi developer, App Store, Google Play Store, Microsoft Store, dan lain-lain.

Setelah itu, tugasmu berikutnya adalah me-review kebijakan privasi dan perizinan aksesnya. Di sini kamu harus jeli, jangan sampai aplikasi tersebut meminta akses ke hal yang tidak berkaitan dengannya.

Contoh, wajar jika Google Maps memiliki akses ke lokasi, tapi jika yang memintanya adalah aplikasi notes, kamu patut curiga. Sebab, mereka seharusnya tidak memerlukan hal itu, kan?

7. Bijaksana dalam berbagi di media sosial

Terakhir, privasi di dunia maya bergantung pada tanganmu sendiri. Kamu harus bijaksana dalam membagikan apa pun di media sosial. Jangan sampai hal-hal yang bersifat pribadi, tersebar melaluinya dan jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab.

Lalu apa saja yang sebaiknya tidak dibagikan di media sosial? Secara garis besar, berikut ini beberapa di antaranya:

  • Foto identitas pribadi, seperti KTP, SIM, dan paspor. Hal ini mencakup pula seluruh informasi yang ada di dalamnya, seperti nomor KTP, alamat, dan lain-lain.
  • Nomor telepon pribadi.
  • Foto dan nomor kartu ATM, kartu kredit, dan informasi finansial lainnya.
  • Nama lengkap orangtua, khususnya ibu. Sebab, data ini diperlukan ketika kamu ingin mengurus akun di bank.
  • Hal-hal yang akan bikin kamu malu dan bersifat rahasia.
  • Dokumen dan informasi konfidensial perusahaan, institusi, dan lembaga yang tempatmu bekerja.

Selain yang disebutkan di atas, masih banyak hal lain yang sebaiknya tidak dibagikan ke media sosial. Diri sendirilah yang harus bertindak sebagai filternya.

Setelah mengetahui informasi di atas, kamu sebaiknya lebih sadar akan pentingnya perlindungan privasi di internet. Jika tidak diupayakan, banyak risiko yang menanti, lho. Itulah kenapa, mulai sekarang praktikkan cara-cara perlindungan di atas, ya! Jika bukan kamu yang peduli terhadap diri sendiri, siapa lagi?

By naruto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *