Berikut 5 Langkah Untuk Mencapai Mutu Tidur Optimal

Benarkah Remaja Perlu Lebih Banyak Tidur? - Info Sehat Klikdokter.com

RAJAIDR – Aktivitas manusia sekarang ini banyak dilakukan di rumah. Misalnya, dengan tetap bekerja, belajar, atau menunaikan tugas harian sebagai bagian dari anggota keluarga.

Rutinitas yang dijalani di rumah ini tak sedikit membuatmu mengalami kesulitan dalam manajemen waktu, khususnya pola tidur menjadi berubah-ubah. Hal ini dapat menyebabkan menurunnya kualitas tidur secara drastis. Itu bukan sebuah indikator positif. Jika ini terus dibiarkan, maka akan berdampak buruk bagi kesehatan badan maupun pikiran. Seburuk apa pun situasinya, kamu mesti memperbaiki jam tidur yang terdampak akibat pandemi ini dan membiasakan diri untuk mendapatkan kualitas tidur yang optimal.

Durasi tidur yang cukup, sedikitnya distraksi saat tidur, dan jam tidur terjadwal adalah beberapa indikator untuk menghasilkan kualitas tidur yang optimal. Tidur yang baik adalah satu kondisi di mana kamu dapat tertidur pulas tanpa terbangun pada dini hari. Hasil positif saat kamu tidur nyenyak adalah tubuh terasa lebih segar dan pikiran menjadi rileks.

Idealnya, jam tidur orang dewasa adalah sekitar tujuh sampai dengan sembilan jam. Jika saat ini kamu mengalami kesulitan mendapatkan kualitas tidur yang baik akibat pandemi, entah karena bekerja atau belajar di rumah, berikut adalah lima langkah sederhana agar mendapatkan kepulasan saat tidur.

1. Tidur siang adalah musuh utama mendapatkan tidur nyenyak saat malam

Situasi pandemi yang memaksa kita untuk bekerja atau belajar di rumah membuat kesempatan untuk menambah durasi tidur siang semakin besar. Memang tidur siang dapat melepas kelelahan akibat aktivitas yang telah dilakukan sejak pagi. Hal yang perlu dicatat adalah tak baik rasanya jika tidur siang dengan waktu yang terlalu lama. Jika kamu memang sangat lelah, tidur sianglah secukupnya. Tidur yang berlebihan pada siang hari akan mengganggu jam biologis kita. Secara tak sadar berakibat pada kesulitan tidur saat malam hari.

Jam biologis merupakan suatu siklus dalam tubuh yang berfungsi sebagai pengendali jam tidur. Bahkan, tekanan darah kita bisa naik atau turun secara drastis jika jam biologis terganggu. Setiap jaringan dalam tubuh manusia memiliki batasan untuk berfungsi secara optimal selama 24 jam penuh. Maka dari itu, kualitas tidur yang optimal diperlukan agar jaringan dalam tubuh dapat bekerja secara optimal saat bangun tidur pada pagi hari.

2. Waktu tidur yang terjadwal

Memastikan untuk tidur secara terjadwal pada jam yang sama bukanlah sebuah hal mudah untuk dilakukan. Hal ini diperlukan tingkat kedisiplinan dan konsistensi yang tinggi untuk menjadwalkan istirahat secara teratur pada malam hari. Apalagi pada masa pandemi di mana sebagian besar orang beraktivitas dari dalam rumah. Alasan pandemi ini juga terkadang menjadi pembenaran diri bagi pekerja tertentu untuk menyelesaikan pekerjaan pada malam hari dan tidur menjelang pagi. Hal ini menyebabkan pola tidur menjadi berantakan. Tentunya contoh kasus ekstrem tersebut tak patut diterapkan karena berbahaya bagi kesehatan.

Variabel utama dalam menetapkan tidur dan bangun dari tidur pada jam yang sama adalah konsistensi. Ketika kamu mulai membiasakan diri melakukan penjadwalan tidur, maka kamu mesti menaati aturan yang telah disepakati dalam pikiranmu. Cobalah mulai melakukan ini selama satu minggu pertama, tak terkecuali pada akhir pekan. Semua orang tahu bahwa akhir pekan adalah godaan terberat dalam membujuk mata untuk terpejam sebelum larut malam. Jika hal ini baik demi menjaga kesehatan fisik maupun mental, maka nikmatnya begadang di akhir pekan mesti disingkirkan.

3. Kopi bisa membuatmu begadang

Kamu acap kali mendengar segelas kopi dapat membuat matamu tak terpejam sepanjang malam. Kamu rela untuk begadang sampai pagi ketika kamu mengerjakan tugas karena dikejar tenggat waktu. Mungkin juga sekadar menonton pertandingan sepak bola pada tengah malam. Kedua hal tersebut mustahil untuk dilakukan jika kenikmatan kopi tak pernah ditemukan peradaban sebagai minuman. Jika kamu penggemar kopi dan seorang makhluk nokturnal, kopi memiliki manfaat. Namun, bagi kamu yang mau memulai pola hidup sehat, kopi ternyata akan menghambat tidur yang nyenyak.

Kandungan kafeina yang tinggi menyebabkan kopi menjadi musuh utama jika kamu menerapkan pola tidur teratur. Sebenarnya, banyak makanan atau minuman yang juga memiliki kandungan kafeina, tetapi tak ada yang senikmat kopi. Kafeina yang masuk dalam tubuh akan membuat matamu sulit untuk terpejam walaupun sudah larut malam.

Kafeina merupakan zat stimulan yang berfungsi menghambat produksi hormon pencipta rasa kantuk. Sesaat setelah kopi diteguk, kamu sudah dapat merasakan efek yang timbul. Kafeina mengalami efek puncaknya pada rentang waktu setengah sampai satu jam setelah dikonsumsi. Setelah itu, efek kafeina mulai menurun secara perlahan selama tiga sampai lima jam setelah diminum. Oleh karena itu, konsumsi kopi sesaat sebelum tidur adalah tindakan yang tak cukup cerdas.

4. Makan berlebih sebelum tidur

Sebagian besar orang percaya bahwa makan sesaat sebelum tidur dapat membuat berat badan naik secara signifikan. Keyakinan ini memang benar adanya. Namun, orang yang melakukan hal tersebut tak membaca tentang efek samping yang akan ditimbulkan jika membiasakan diri untuk tidur setelah makan. Makan sebelum tidur dapat menimbulkan masalah pencernaan, gangguan tidur, atau bahkan meningkatkan risiko terserang strok.

Kamu mesti memperhatikan jarak antara jam makan dan waktu tidur supaya tak terlalu dekat. Misalnya, ketika kamu makan malam pada jam enam petang, usahakanlah untuk istirahat malam tiga jam setelahnya. Antara rentang waktu setelah makan dan sebelum tidur, kamu hanya diperbolehkan memakan camilan sehat.

5. Hindari distraksi sebelum tidur

Sebagian besar rumah minimalis memfungsikan kamar tidur bukan hanya sebagai tempat tidur, tetapi juga tempat menaruh beraneka ragam barang penting maupun barang yang tak penting. Setelah capek seharian berkegiatan, kamu akan cenderung tak peduli dengan lingkungan sekitar, termasuk kamarmu sendiri. Kondisi ingin tidur secepat mungkin terkadang membuat kamarmu jadi berantakan. Kamar yang tak tertata rapi akan membuat kualitas tidur menjadi tak baik, karena pikiranmu akan menghasilkan suasana hati yang buruk sesaat sebelum tidur.

Gangguan faktor eksternal guna terciptanya kualitas tidur yang optimal selanjutnya adalah terlalu banyak stimulasi terhadap otak yang dilakukan secara tak sadar. Lampu kamar yang dibiarkan menyala dengan terang, televisi yang tak dimatikan sampai pagi menjelang, atau HP yang masih berada dalam genggaman tangan sesaat sebelum mata terpejam. Ketiga contoh besar tersebut bisa merusak kualitas tidur kamu.

Itulah lima butir langkah sederhana demi terciptanya kualitas tidur yang optimal. Jika kamu telah mencapai kualitas tidur yang baik, maka kamu telah memenuhi salah satu indikator perilaku hidup sehat.

By naruto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *