Membekukan Manusia untuk Dibangkitkan Kembali, Berikut 8 Fakta Lain Cryonics

Cryonics in the Cradle of Technocivilization | Platypus

RAJAIDR – Di dalam cerita film fiksi ilmiah, kamu mungkin sudah pernah melihat praktik bernama cryonics, di mana tubuh seseorang—baik yang masih hidup maupun yang sudah mati— dibekukan untuk dihidupkan kembali.

Hal ini ternyata benar-benar terjadi di dunia nyata. Dr. James Hiram Bedford, seorang profesor psikologi di University of California-Berkeley, meninggal pada 1967 akibat kanker ginjal. Namun begitu meninggal, tubuhnya langsung dijemput untuk dibekukan.

Bedford pun menjadi orang pertama di dunia yang menjalani cryonics. Harapannya, dirinya bisa dihidupkan kembali suatu hari nanti dengan teknologi yang ada di masa depan.

Meski terdengar mustahil, nyatanya studi ilmiah tentang cryonics telah dilakukan selama lebih dari 50 tahun. Menurut prediksi, sekitar tahun 2045 nanti pengetahuan dan teknologi cryonics sudah cukup lengkap untuk membangkitkan Bedford dan semua orang yang dibekukan di laboratorium.

Lantas, seperti apa fakta-fakta seputar cryonics dan bagaimana prosesnya?

1. Pembekuan tubuh manusia digagas pada 1962

Frozen. Thawed. Not dead: Jean Hilliard's amazing Minnesota story | MPR News

Pembekuan tubuh manusia untuk dihidupkan kembali digagas pada tahun 1962. Ahli fisika bernama Robert C. W. Ettinger dalam bukunya The Prospect of Immortality mengatakan bahwa manusia bisa membekukan dan mengawetkan dirinya untuk “dibangkitkan” kembali ketika teknologi sudah cukup canggih.

Buku tersebut menjadi sorotan berbagai kalangan, termasuk para ilmuwan. Hingga tahun 1970, sudah ada enam perusahaan yang menawarkan jasa cryonics. Salah satunya adalah Alcor, pihak yang menangani jasad Bedford.

Meninggal dunia di usia 92 tahun pada 2011, tubuh Ettinger pun menjalani cryonics dan masih berada di dalam tangki hingga saat ini.

2. Sebenarnya apa itu cryonics?

Heaven freezes over: how the cryonics business promises eternal life |  Cryonics | The Guardian

Secara konsep, cryonicsadalah proses pengawetan tubuh manusia dengan cara membekukannya di suhu yang sangat rendah. Tujuannya adalah untuk membangkitkan kembali tubuh yang beku itu. Bukan sekarang, tapi suatu hari nanti ketika teknologi telah memadai.

Menjalani cryonics memang berisiko dan tidak dapat dipastikan. Sebab, tak ada yang tahu seperti apa perkembangan teknologi di kemudian hari. Jika beruntung, tubuh-tubuh yang beku itu akan berhasil dihidupkan kembali. Namun jika tidak, mereka mungkin selamanya akan berada di dalam tangki.

3. Terinspirasi dari sejumlah kasus langka manusia yang membeku

Cryonics: Could you live forever? - BBC Science Focus Magazine

Cryonics bukanlah konsep yang mengawang. Ilmuwan menganggap cryonics mungkin dilakukan karena ada beberapa kasus langka di mana manusia yang membeku bisa hidup kembali.

Salah satunya adalah pengalaman Jean Hilliard tahun 1980. Ia pingsan dan membeku setelah berjalan beberapa jam di tengah suhu -22 derajat celsius. Tubuhnya benar-benar kaku seperti pohon dan terlihat sejumlah kristal es menyelimutinya. Suhu tubuh Hiliiard ternyata mencapai -10 derajat celsius.

Orang terdekat beranggapan bahwa Hilliard akan meninggal. Namun setelah tubuhnya dihangatkan petugas medis selama kurang lebih enam jam, perempuan tersebut bangun dan mengejutkan semua orang. Kondisinya pun normal, tanpa ada memori yang hilang.

Selain Hilliard, masih ada beberapa kasus lain yang serupa. Inilah salah satu alasan sejumlah ilmuwan terus tertarik meneliti cryonics.

4. Seperti apa cryonics dilakukan?

A Brief Pictorial History of Extracorporeal Technology in Cryonics – Part 5  | CHRONOSPHERE

Pada dasarnya cryonics memiliki tiga langkah utama. Berikut ini penjelasannya dilansir Interesting Engineering dan channel YouTube Reactions.

Seseorang yang akan menjalani cryonics harus dinyatakan “legally dead”, bukan “totally dead”. Apa perbedaannya? “Legally dead” menunjukkan bahwa jantung sudah berhenti berdetak, namun otak masih belum mati. Organ tersebut memang butuh waktu beberapa saat untuk berhenti berfungsi sepenuhnya (totally dead).

Oleh karena itu, saat jantung berhenti memompa darah, pasien harus cepat-cepat dijemput oleh tim cryonics. Mereka akan segera membekukan pasien ke dalam es, menyuntikkan oksigen, dan cairan anti-koagulan (anti-pembekuan) agar darah tidak membeku.

5. Tubuh disimpan di dalam tangki bersuhu -196 derajat celsius

Dead is Gone Forever:' The Need for Cryonics Policy

Sesampainya di laboratorium, semua cairan yang ada di dalam sel disedot dan digantikan dengan bahan kimia bernama cryoprotectant. Senyawa yang terbuat dari gliserol ini berfungsi untuk mencegah sel berubah menjadi es. Kenapa hal ini buruk, bukannya tujuan cryonics memang membekukan tubuh?

Ternyata ketika sel kita membeku, struktur di dalamnya berubah. Mereka membutuhkan ruang yang lebih besar daripada sebelumnya. Ketika ini terjadi, sel pun akan meledak. Tentu saja ini bukanlah hal yang bagus karena nantinya pasien tak bisa dibangkitkan dalam kondisi asal. Singkat kata, tubuh akan berubah menjadi bubur.

Lalu apa yang terjadi setelahnya? Ketika tubuh sudah siap untuk “tidur” dalam jangka waktu yang tak terbatas, ia akan didinginkan di kotak yang terbuat dari es kering sampai suhunya mencapai -130 derajat celsius. Kemudian tubuh disimpan di dalam tangki logam berisi nitrogen cair bersuhu -196 derajat hingga nanti ia dibangkitkan kembali.

6. Sejauh ini, cryonics hanya bisa dilakukan pada orang yang sudah mati

Hingga saat ini, cryonics dianggap ilegal untuk dipraktikkan kepada orang yang masih hidup. Sebab artinya, jantung mereka harus diberhentikan terlebih dahulu untuk bisa menjalani proses berikutnya.

Jadi apa yang sering digambarkan di beberapa film fiksi sains tidak sepenuhnya benar, ya. Ada batasan dan etika yang perlu diterapkan dalam melakukan cryonics. Salah satunya adalah hal ini.

7. Ilmuwan baru bisa membekukan manusia tapi belum bisa menghidupkannya kembali

Menolak Kematian, Kisah James Bedford Mayat Orang Terkaya AS, Coba  Dibangkitkan 50 Tahun Kemudian - Halaman all - Tribun Jambi

Selain itu, sejauh ini kita hanya bisa membekukan manusia, namun tidak untuk menghidupkannya kembali. Sejak cryonics dipraktikkan pertama kali di tahun 1967, belum ada satu pun tubuh yang dibangkitkan.

Tentu saja ini merupakan hal yang sulit. Penarikan kembali cairan cryoprotectant, rehidrasi tubuh, injeksi darah, dan pengembalian semua fungsi sel yang telah mati sangatlah kompleks dan belum berhasil dipelajari oleh siapa pun.

Terlebih lagi, proses menghidupkan kembali kemungkinan besar akan mematikan sejumlah besar sel yang diawetkan. Ilmuwan menilai teknologi saat ini tidak cukup canggih untuk mencegah masalah-masalah yang mungkin terjadi.

8. Berapa biaya untuk melakukan cryonics?

Cryogenically freezing your head is a terrible idea – here's why | Metro  News

Walaupun begitu, banyak orang yang tergiur akan harapan untuk menjadi immortal ini, lho! Dilansir Interesting Engineering, tercatat bahwa hingga tahun ini sudah ada sekitar 3 ribu tubuh yang dibekukan di dalam tangki cryonics. Mereka tersebar di tujuh organisasi cryonics yang ada di dunia.

Lalu berapa harga untuk menjadi salah satu dari ribuan tubuh tersebut? Seluruh proses cryonics diperkirakan membutuhkan biaya sekitar US$150 ribu atau setara dengan Rp2,2 miliar. FYI, ada potongan harga jika kamu hanya ingin kepalamu saja yang dibekukan!

Itu dia sejumlah fakta seputar cryonics. Meski terdengar seperti fiksi ilmiah, tapi bukan mustahil jika teknologi untuk menghidupkan kembali tubuh-tubuh yang membeku itu benar-benar ditemukan.

By naruto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *