Menu Sarapan Jepang Bergizi Ini Disebut-sebut Bisa Menangkal COVID-19

Menu Sarapan Orang Jepang yang Kaya Nutrisi dan Menyehatkan

RAJAIDR – Selain sayuran dan buah, menu sarapan tradisional khas Jepang disebut mampu membantu menangkal virus COVID-19. Karena kandungan nutrisi pada makanan tersebut.

Setiap negara tentunya memiliki hidangan atau menu sarapan masing-masing, yang disantap banyak orang di sana. Salah satunya Jepang, yang bisa dibilang tak main-main masalah menu sarapan. Tak hanya telur atau roti saja, menu sarapan khas Jepang ini terbilang lengkap dan sehat.

Komposisi antara protein, sayuran, hingga nutrisi dan vitaminya seimbang. Rasanya juga enak dan mengenyangkan. Ditambah menu sarapan tradisional khas Jepang ini, disebut bisa mencegah tubuh terpapar dari virus COVID-19.

Berikut beberapa fakta menarik seputar menu sarapan tradisional khas Jepang yang disebut bisa mencegah virus COVID-19, seperti yang dilansir dari The Weekend Leader (22/07).

Menu Sarapan Gizi Seimbang

Menu sarapan di Jepang cukup lengkap. Berbeda dengan sarapan khas Western yang lebih fokus ke roti atau potongan daging. Jepang, lebih fokus ke menu sehat.

Hidangan ini biasanya terdiri dari satu mangkuk nasi putih, tofu, cakalang serut (bonito flakes), sup miso, acar, telur mentah dan tidak ketinggalan natto. Menu terakhir ini merupakan fermentasi kacang kedelai yang jadi menu wajib sarapan di Jepang.

Paduan menu sarapan yang sehat ini, membuat Jepang masuk ke dalam salah satu negara yang memiliki menu sarapan paling sehat dan tentunya bermanfaat untuk kesehatan. Bahkan menu sarapan ini disebut sebagai salah satu rahasia dari panjang umur orang-orang tua di Jepang.

Telur Mentah di Atas Nasi

Selain sehat dan kaya protein, semua menu sarapan di Jepang tampak enak dan mengenyangkan. Ada beberapa faktor yang mendorong mengapa menu sarapan ini jadi rahasia panjang umur orang Jepang.

Lewat beberapa data dari Tsunaga Japan, telur mentah biasanya dicampur dengan nasi putih hangat, kemudian dicampur dengan kecap asin sebelum dimakan.

Semua telur yang digunakan di Jepang sudah melalui tahap pengecekan kualitas. Jadi kebersihannya terjaga meskipun dimakan mentah.

Selain telurnya yang sehat, ada juga beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa banyak orang setengah baya yang makan natto atau miso, yang dicampur ke dalam sushi atau sup jauh lebih panjang umur. Risiko kematian dini mereka turun hingga 10%.

Jika selama ini natto selalu disebut sebagai rahasia panjang umur orang Jepang. Ternyata tak hanya itu manfaatnya. Menurut penelitian terbaru yang dilansir dari The Weekend Leader, natto yang memiliki aroma menyengat dan sedikit tak sedap bisa menangkal COVID-19.

Hal ini dijelaskan dalam penelitian yang dilakukan oleh Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT). Mereka menemukan bahwa ekstrak natto yang lengket dan aromanya menyengat, dapat menghambat kemampuan virus SARS-CoV-2 untuk menginfeksi sel.

SARS-CoV-2 ini merupakan jenis virus yang menyebabkan COVID-19.

Natto Jadi Menu Sarapan Sehat

“Sejak dulu, orang-orang di Jepang memang sudah percaya bahwa natto ini memang memiliki banyak manfaat kesehatan,” jelas Tetsuya Mizutani selaku salah satu ketua penelitian di TUAT.

“Dalam beberapa tahun terakhir, ada beberapa penelitian yang menunjukkan bukti ilmiah tentang manfaat natto. Dalam penelitian kali ini kami mempelajari tentang efek antiviral dari natto ke SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19. Serta bovine herpesvirus 1 (BHV-1), yang menyebabkan penyakit saluran pernapasan pada sapi,” lanjut Mizutani.

Untuk menemukan hasilnya, mereka mengambil ekstrak natto dari makanan. Kemudian satu sampel dipanaskan, sementara satunya lagi tidak. Kemudian kedua sampel natto itu dimasukkan ke dalam sel virus yang diambil dari sapi dan manusia.

Satu sel sudah terpapar virus SARS-CoV-2, sementara yang satu lagi sudah terinfeksi BHV-1.

Ketika ekstrak natto yang tidak dihangatkan disuntikkan ke setiap sel tersebut, kedua virus itu langsung kehilangan kemampuan untuk menginfeksi sel. Sementara tidak ada efek yang berarti pada ekstrak natto yang sudah dipanaskan.

Natto Disantap Dingin

Dari hasil penelitian ini, Mizutani dan peneliti lainnya dapat menyimpulkan. Bahwa proses panas yang menghangatkan natto, menciptakan proses protease. Yaitu sejenis protein yang mendorong metabolisme protein lain.

“Protease muncul untuk memecah suhu panas. Membuat natto kehilangan kemampuan untuk mencerna protein, dan membiarkan kedua virus itu tetap menginfeksi tubuh,” jelas Mizutani.

Jadi Mizutani menyarankan bahwa menu sarapan tradisional khas Jepang sebenarnya bisa saja efektif menangkal COVID-19. Karena komponen natto di dalam menu sarapan itu bisa membantu menjinakkan sel virus. Namun, hal itu tidak berlaku jika natto sudah terpapar suhu panas.

Meski begitu Mizutani menekankan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan. Untuk mempelajari lebih dalam korelasi atau hubungan, antara menu sarapan tradisional Jepang ini dan kaitannya dengan penangkal alami mencegah COVID-19 dari tubuh.

“Penelitian ini juga tidak menjelaskan adanya bukti ilmiah bahwa memakan natto saat sarapan terbukti bisa menangkal COVID-19,” pungkasnya.

Terlepas dari penelitian di atas, mengonsumsi natto dan menu sarapan tradisional khas Jepang secara keseluruhan memang terbukti dapat meningkatkan kesehatan, seperti yang dikutip dari Umami Insider.

By naruto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *